Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ibu-Anak Tinggal Tulang di Depok Sempat Hendak Diajak Tetangga Jalan Santai

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Jum'at, 08 September 2023 |12:30 WIB
Ibu-Anak Tinggal Tulang di Depok Sempat Hendak Diajak Tetangga Jalan Santai
Ilustrasi/Foto: Okezone
A
A
A

 

DEPOK - Geger penemuan jasad mayat seorang ibu berinisial GAH (64) dan anak laki-laki berinisial DAW (38) dalam keadaan membusuk dan tinggal tulang serta tengkorak di perumahan elite kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat pada Kamis (7/9/2023) pagi.

Ratna Trinyoto (71) menyebut keluarga korban GAH sangat tertutup dengan tetangga sekitar komplek elite. Bahkan tidak pernah berkumpul dengan tetangga sekadar kegiatan rukun tetangga (RT).

 BACA JUGA:

"Iya (keluarga Bu GAH) tertutup sama tetangga. Nggak pernah (ngumpul) kalau dia," kata Ratna kepada awak media, Jumat (8/9/2023).

Ratna menambahkan, bersama ibu-ibu yang lain sempat berencana mengajak korban Ibu GAH untuk ikut acara 'jalan santai' yang dihelat pekan depan. Kebetulan ia sebagai panitia untuk RT 1 RW 16.

 BACA JUGA:

"Oh enggak pernah mangkanya (Kamis 7/9) kita mau ke situ, kan minggu depan ada acara jalan santai dua RW, kebetulan RT 1 saya panitianya mau diajak kita ngobrol di sini (depan rumah korban) tadi pagi tuh. 'Eh Bu Grace diajak yuk sudah lama tidak ketemu' 'ke sana yuk, enggak papa kita sudah lama tidak ketemu kita pengen lah namanya juga tetangga'," ujarnya.

Ratna yang saat itu berkumpul di depan rumah korban GAH atau rumah Wakapolres Jakarta Timur itu berupaya mendekat ke pagar yang ternyata digembok. Ia pun mencurigai dan meminta tolong satpam dan petugas kebersihan yang melintas sekitar lokasi.

Ia menjelaskan petugas keamanan, petugas kebersihan didampingi Ketua RT 1 RW 16 Sonny Wicaksono masuk menggunakan tangga melompati pagar rumah tersebut dan di depan teras sudah tercium bau tidak sedap.

"Tapi ketika saya lihat pintunya digembok waduh mulai curiga nih sudah lama kok tidak dibuka terus ada pak Satpam ada petugas kebersihan tolong dilihat ke dalam kok kita enggak enak akhirnya naik tangga di pagar situ terus lompat ada pak Ja'far, Somad, pak RT Sonny dari depan pagar sudah tercium bau tidak enak. 'Bu baunya sudah nggak enak' (mencontohkan dialog petugas kebersihan) 'nggak itu kucing' (jawabnya) saya berusaha menghibur diri saya enggak mau ada mayat di situ ada kucing mungkin mudah-mudahan kucing," ungkapnya.

 BACA JUGA:

"Dalam hati mudah-mudahan tidak ada apa-apa akhirnya pintu garasi terbuka ternyata tidak terkunci mereka bertiga atau berempat masuk. Kita nunggu didepan (sambil berdoa tidak ada apa apa). Nggak lama mereka keluar pak yang tukang angkut sampah keluar 'saya buka kamar mandi belakang (mungkin kamar mandi pembantu) itu terganjal kain dibuka ada kaki sudah melintang jadi tidak berani buka lebih jauh karena sudah kewenangan yang lain polisi ya," tambahnya.

Sebagai informasi, terkini jasad kedua korban tengah dilakukan autopsi lebih lanjut di RS Polri Kramat Jati. Olah TKP awal yang melibatkan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Biddokkes Polda Metro Jaya, Inafis, Dokpol, Tim Forensik RS Polri Kramat Jati, dan Labfor Mabes Polri itu belum dapat ditarik kesimpulan penyebab kematian kedua jasad yang telah membusuk serta tinggal tulang dan tengkorak.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement