BEKASI - N (25) tega membunuh istrinya M (24) secara tragis di rumah kontrakan Jalan Cikedokan, Kampung Cikedokan, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Usai menggorok leher istrinya, pelaku sempat memandikan jasad korban dan membersihkan bercak darah yang berceceran.
"Sebelumnya (jasad korban) sudah dibersihin sama suaminya, dimandiin, jadi pas ke situ ya itu yang saya lihat (sudah bersih)," ucap Muki (41), pemilik kontrakan, Minggu (10/9/2023).
Peristiwa pembunuhan sadis itu, diketahui pada Sabtu (9/9/2023) dini hari sekira pukul 01.30 WIB. Saat kejadian, dua anak korban berusia 18 bulan dan 3,5 tahun masih berada di dalam kontrakan.
BACA JUGA:
Setelah kejadian, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Cikarang Barat sebelum peristiwa itu diketahui oleh warga dan pemilik kontrakan.
"Pelaku menyerahkan diri malam hari kira-kira jam 11 atau jam 12 malam, pas polisi datang, pelaku juga dibawa ke sini, tangannya diborgol," kata Dia.
Berdasarkan keterangan pelaku kepada penyidik, pembunuhan sadis itu dilakukan pada Kamis (7/9/2023) malam. Usai melakukan perbuatan biadab itu pelaku tetap beraktivitas seperti biasa pada pagi hari tanpa ada kecurigaan.
"Diceritain dari kantor kepolisian, jadi katanya kejadiannya itu Kamis kurang lebih jam 11 malam, nah paginya dia sempat nyuci, ngejemur, enggak ada yang curiga," ungkap Dia.
BACA JUGA:
Sementara dua anak korban yang masih balita dititipkan ke orang tua pelaku. Guna menutupi kecurigaannya, pelaku beralasan istrinya tidak bisa ikut karena sudah berangkat kerja.
Diberitakan sebelumnya, Seorang pria berinisial N (25) tega menggorok leher istrinya berinisial M (24). Pembunuhan itu terjadi di depan kedua anaknya yang masih balita.
Pelaku yakni suami korban, sudah ditangkap setelah menyerahkan diri ke Polsek Cikarang Barat. Peristiwa pembunuhan itu bermula diketahui ketika ibu korban mendatangi rumah kontrakan pada Sabtu (9/9/2023) dini hari sekira pukul 01.30 WIB. Saat itu dia melihat anaknya sudah tergeletak tak bernyawa di atas kasur.
"Saya dibangunin anak saya, dia dengar karena digedor-gedor sama si ibu korban, saya keluar, begitu saya samperin kondisi ibunya sudah histeris, pak tolong pak, Mega kayaknya sudah enggak ada, minta tolong dicek," ucap Muki (41), pemilik kontrakan.
Guna memastikan itu, Mukti bersama penghuni kontrakan lainnya, ia langsung mengecek ke dalam kontrakan korban. Saat dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia.
"Posisinya korban di atas kasur dan diselimutin, ada luka di bagian leher, dan kalau muka emang sudah kelihatan lebam," katanya.
Saat itu, ia melihat tidak ada bercak darah yang terlihat saat masuk ke dalam rumah kontrakan korban. Diduga pelaku sudah membersihkan darah korban yang berceceran di lantai.