Pembangunan rumah pohon merupakan salah satu hasil kerja keras. Bagi dirinya. CBS News mengatakan Shawnee pertama kali membeli properti itu hampir 20 tahun yang lalu untuk putranya. Setelah putranya meninggal, Shawnee pindah ke rumah pohon dan menjadikannya rumah permanennya.
Ini telah menjadi tempat perlindungan bagi perempuan, anak-anaknya, dan bahkan cucu-cucunya.
“Saat hujan, kami pergi berdansa di tengah hujan,” ujarnya.
Shawnee bersikeras untuk terus menemukan cara untuk terus berada di luar bersama alam. “Saya selalu tinggal di luar ruangan. Bagi saya, itulah satu-satunya cara untuk hidup,” katanya.
“Saya harus mendengar hujan dan angin di malam hari. Jika tidak, aku jadi gila dan menderita claustrophobia,” terangnya.
GoFundMe puj telah dibuat untuk dia. 'Shawnee selalu hidup di luar kotak, secara harfiah dan kiasan,' tulis halaman itu.
“Dia tidak bisa tinggal di dalam rumah dan perlu hidup dekat dengan bumi dan sejalan dengan keyakinannya. Seseorang tidak boleh dihukum karena cara hidup seperti ini, itu harus dirayakan,” bunyi pernyataan itu.
(Susi Susanti)