Selain itu Sunan Kalijaga juga menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa menggunakan sarana wayang kulit. Kesenian wayang sangat populer dikalangan masyarakat Jawa. Sehingga Islamisasi di Pulau Jawa menjadi lebih mudah.
Sunan Kalijaga menyadari bahwa metodenya sangat efektif untuk menyebarkan agama Islam dipulau Jawa. Meski ia kerap berbeda pendapat dengan Sunan Ainul Yakin dan Sunan Giri yang menilai wayang haram karena menyerupai manusia.
“Wayang bentuknya kaya orang, kaya patung. Haram. Akhirnya mereka berseteru.” jelas Gus Baha.
Sampai akhirnya mengundang kyai sepuh pada masa itu seperti Sunan Kudus dan Sunan Ampel. Dari pertemuan itu Sunan Kalijaga akhirnya membuat wayang berbentuk gepeng menggunakan kulit supaya tidak menyerupai manusia sungguhan.
Dalam ceramahnya, ulama besar asal Rembang itu juga menjelaskan Wali Songo menjalin hubungan baik dengan agama lainnya. Mereka bahkan berteman dengan pencuri atau perampok untuk memudahkan jalan dakwah.
“Bukan tidak bisa membedakan antara haq dan bathil. Tetapi dengan dibaguskan masih ada peluang komunikasi. Dengan adanya peluang komunikasi maka akan ada peluang dakwah.” tambahnya.
Demikian alasan kenapa Sunan Kalijaga selalu memakai baju hitam.
(RIN)
(Rani Hardjanti)