Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bak Kisah Mukjizat, Bayi Hulk dengan Kondisi Langka Berhasil Bertahan Hidup

Serli Utari Dewi , Jurnalis-Selasa, 26 September 2023 |18:35 WIB
<i>Bak</i> Kisah Mukjizat, <i>Bayi Hulk</i> dengan Kondisi Langka Berhasil Bertahan Hidup
Bak kisah mukjizat, bayi hulk berhasil bertahan hidup (Foto: Caters News)
A
A
A

KENTUCKY - Seorang ibu berasal dari Kentucky, Amerika Serikat (AS) bernama Chelsey Milby, diketahui melahirkan bayi yang disebut-sebut sebagai ‘bayi hulk’.

Bayi bernama Armani Milby dilahirkan melalui operasi caesar darurat pada minggu ke-33 setelah didiagnosis menderita bawaan langka yang menyebabkan tangannya bengkak.

Armani, yang saat ini berusia sembilan bulan, dikenal sebagai “baby hulk atau “mini hulk” karena cacat sejak lahir, yang disebut limfangioma. Tubuhnya pun terlihat seperti bayi binaragawan.

Limfangioma adalah penyakit kista yang berisi cairan pada pembuluh getah bening. Efek samping penyakit ini adalah masalah pernapasan dan penglihatan. Namun, beruntung bagi Armani, ia bisa diobati dengan operasi.

“Saya belum pernah mendengar diagnosisnya sebelumnya dan sejujurnya, saya telah memeriksanya, dan saya tidak terlalu menyukai hasil dari beberapa gambarnya,” terang ibunda, Chelsey (33).

“Saat aku mengetahuinya, jujur saja aku sangat terpukul, aku patah hati. Saya tidak mengerti apa yang terjadi, apa yang salah, karena saya mempunyai dua bayi sehat lainnya, dan saya menangis setiap hari. Setiap hari, saya bertanya kepada Tuhan mengapa,” lanjutnya.

Chelsey merasa diberkati bahwa ia mampu membuktikan bahwa ucapan dokternya salah setelah memberitahu bahwa bayinya tidak memiliki peluang untuk bertahan hidup.

Pada minggu ke 17, dokter melakukan USG dan mengkhawatirkan kondisi Armani yang kian hari akan mengalami penambahan cairan berbahaya di bagian jantungnya.

“Kami tidak pernah mempertimbangkan untuk melakukan aborsi meskipun hal tersebut diberitahukan kepada kami segera setelah diketahui bahwa ada beberapa kekhawatiran besar dengan bayi kami yang belum lahir, namun kami hanya ingin tahu bagaimana kami dapat membantunya ketika dia lahir,” ujarnya.

“Mereka benar-benar memberinya peluang nol persen. Mereka mengatakan dia tidak akan berhasil dan dia mungkin tidak akan menangis ketika keluar,” lanjutnya.

Bayi Chelsey pun lahir selamat. Namun hal itu merupakan tantangan baru bagi dirinya dan bayi perempuannya.

Armani lahir dengan berat 12 pon atau skeitar 5,4 kg. Berata ini tiga kali lebih besar dari pada berat bayi normal.

Chelsey juga mengatakan bahwa orang-orang yang melihat dirinya bertanya apakah ia sedang mengandung bayi kembar tiga, karena bentuk perutnya sangat besar.

“Tubuhku mati. Sesuatu memberitahuku sudah waktunya mengeluarkannya. Berat badan saya hampir 200 pon, dan kesehatan saya menjadi sangat buruk,” katanya.

“Saya menderita setiap hari, saya tidak pernah bisa tidur, saya sangat sakit,” tambahnya.

Karena hal itu, Chelsey melakukan operasi caesar darurat di minggu 33.

“Itulah mengapa saya meminta mereka meminumnya pada minggu ke 33 karena tubuh saya tidak bisa berfungsi dan semakin sulit setiap hari untuk menjalani hidup dan benar-benar bernapas karena saya merasa sangat tidak nyaman karena saya harus terus mengeluarkan cairan dari perut saya,” ujarnya.

Pada saat ia di operasi, kerabat dan orang terdekatnya menjadi sangat emosional, karena mereka takut dengan apa yang dilalui Chelsey.

Ayah Armani, Blake, yang berada di luar ruang operasi berdoa agar Armani dan Chelsey baik-baik saja.

“Saya ingat duduk di luar di lorong, mereka membawa saya kembali kesana untuk melahirkan dan ketika mereka di sana memberinya epidural, saya di luar sana mondar-mandir di aula, hanya berdoa,” katanya.

Chelsey mengatakan bahwa ia mengalami panik saat melahirkan putrinya Armani, namun saat ia melihat wajah Armani ia merasa begitu bahagia.

“Mereka harus memberi saya sesuatu untuk menenangkan saya karena saya mengalami serangan panik. Saya berteriak dan menangis, itu mengerikan,” kenangnya.

Saat proses melahirkan selesai, ia menangis dan bersyukur dengan kondisi putrinya, ia mengaku apapun penampilannya ia akan tetap mencintainya. Setelah Armani lahir, ia langsung dibawa ke Cincinnati agar ia bisa dirawat di rumah sakit spesialis.

Semua hal telah dilalui oleh Chelsey, dari depresi pasca persalinan hingga persalinan berlangsung. Menurutnya hal itu seperti roller coaster yang setiap harinya selalu ada kesulitan.

Chelsey percaya bahwa putrinya tetap akan bisa menjalani kehidupan yang normal.

Selain itu, ia menyebut Armani sebagai bayi ajaib yang bahagia, karena ia tidak pernah menangis.

“Dia beruntung. Dia tidak cacat atau semacamnya. Saya sebenarnya telah melihat beberapa kasus yang mereka alami dan Tuhan memberkati mereka, anak-anak, mereka adalah pejuang,” katanya.

"Dia bahagia. Dia hampir tidak pernah menangis kecuali dia ingin dipeluk. Kami berusaha melakukan segalanya untuk bayi ini dan memberinya kehidupan terbaik,” tambahnya.

Chelsey percaya Armani di usia sembilan bulan ini akan segera mengucapkan kata pertamanya.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement