Ken Arok tidak peduli dengan kutukan yang dilontarkan oleh Gandring tersebut. Ia kemudian meninggalkan Gandring yang mati bersimbah darah itu dan kembali ke Tumapel, tempat ia menjadi pengawal Tunggul Ametung.
Setelah menjadi tumbal beberapa nyawa konon keberadaan keris yang memakan banyak korban, dari para tokoh besar itu tak diketahui. Menurut kisah bahwa keris itu lenyap dalam kawah Gunung Kelud. Namun ada juga yang mengatakan bahwa jika keris itu terpendam dalam tanah dan menunggu pemilik barunya.
(Fahmi Firdaus )