JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bersih-bersih koruptor dana pensiun (dapen) di internal perusahaan menjadi fokus Kementerian BUMN. Pencegahan korupsi harus dilakukan agar tidak merugikan para pensiunan perusahaan di masa mendatang.
Erick Thohir memastikan, dirinya akan menuntaskan tindak pidana korupsi dapen di sisa masa jabatannya yang akan berakhir pada pertengahan 2024.
Dia pun memperkuat kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hingga Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut kasus korupsi dana investasi para pensiunan perseroan negara itu.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah, KH Masyhuril Khamis, mengatakan langkah bersih-bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah lama ditunggu masyarakat.
Oleh karena itu, dia mengapresiasi langkah Menteri BUMN dan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang akan mengusut dugaan korupsi dana pensiun.
"Upaya bersih-bersih di BUMN sebenarnya sudah lama ditunggu masyarakat, tidak hanya pada sektor-sektor yang mudah dibersihkan tapi pada sektor badan usaha yang dianggap basah," kata Kiai Masyhuril, Jumat (6/10/2023).
Dalam kondisi ini seperti saat ini, kata dia, rakyat tentu menanti kepedulian pihak berwenang untuk lebih serius memberantas korupsi tanpa pilih-pilih atau tanpa tebang pilih. Langkah pembersihan pemberantasan korupsi, menurutnya, akan menaikkan kepercayaan publik.
"Harapan kami tentu dikerjakan dengan serius, tanpa ada sesuatu di balik itu, dan Kejaksaan Agung atau KPK harus benar-benar menindak siapapun yang terlibat, termasuk jika ada orang penting di sana,"pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.