Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Update Perang Hamas Israel: Hamas Ancam Bunuh Sandera jika Israel Serang Wilayah Palestina

Assyifa Eka Putri , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2023 |14:23 WIB
<i>Update</i> Perang Hamas Israel: Hamas Ancam Bunuh Sandera jika Israel Serang Wilayah Palestina
Hamas ancam bunuh sandera jika Israel serang wilayah Palestina (Foto: Reuters)
A
A
A

YERUSALEM – Pejuang Hamas di Palestina mengatakan pada Selasa, (10/10/2023), bahwa pasukannya akan mengeksekusi satu tawanan Israel setiap kali Israel mengebom rumah-rumah warga sipil Palestina di Gaza tanpa peringatan.

"Kami mengumumkan bahwa setiap penargetan terhadap rakyat kami yang aman di rumah mereka tanpa peringatan, dengan menyesal akan kami balas dengan eksekusi terhadap para sandera sipil musuh kami," kata Juru Bicara Hasam Abu Ubaida, sebagaimana dikutip dari NBC News.

Ancaman Ubaida terhadap Israel ini ditujukan karena adanya serangan-serangan intens yang terjadi di daerah-daerah sipil di Gaza, di mana penduduk yang menetap di sana sangat padat. Israel mengirim 300.000 tentara yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memblokade Jalur Gaza.

"Saya memerintahkan pengepungan penuh di Jalur Gaza. Tidak ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada gas, semuanya ditutup. Kami memerangi manusia binatang, dan kami bertindak sesuai dengan itu," ucap Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.

Situasi menjadi semakin memanas ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi bahwa serangan-serangan di Gaza tersebut “baru permulaan”.

Dilansir dari Onmanorama, jumlah korban tewas akibat serangan Hamas terus bertambah menjadi 900 warga Israel, dengan 2.600 orang luka-luka dan puluhan lainnya ditawan. Di antara korban tewas tersebut, sebanyak 260 anak-anak muda tewas ditembak dalam sebuah pesta di gurun pasir.

Sedangkan dari pihak Palestina, Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa sebanyak 687 warga Palestina tewas dan 3.726 lainnya terluka karena tertimpa bangunan dalam serangan bom Israel sejak Sabtu, (7/10/2023).

Serangan udara pasukan Israel di Palestina yang menghancurkan blok-blok apartemen dan rumah sakit ini juga telah mengundang perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengutuk penembakan terhadap rumah sakit dan tempat penampungan di Jalur Gaza dan menyerukan agar PBB dapat mengirimkan bantuan kemanusiaan dalam sebuah pertemuan darurat dengan para pemimpin senior PBB.

Guterres memperingatkan bahwa operasi militer Israel harus dilakukan sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional.

Tidak hanya itu, ia juga mengutuk penangkapan sandera oleh Hamas, baik warga sipil maupun anggota militer. Dikutip dari NBC News, Gutteres mengungkapkan bahwa ia “sangat tertekan” dengan situasi yang semakin memburuk ini.

"Sudah waktunya untuk mengakhiri lingkaran setan pertumpahan darah, kebencian, dan polarisasi ini," ungkapnya. 

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement