Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bikin Merinding, Kisah Tukang Skoteng Digoda Noni Belanda Penunggu Gedung Tua Polsek Palmerah

Arief Setyadi , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2023 |08:02 WIB
Bikin Merinding, Kisah Tukang Skoteng Digoda Noni Belanda Penunggu Gedung Tua Polsek Palmerah
Gedung tua di Mapolsek Palmerah (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Pedagang sekoteng melewati Mapolsek Palmerah, Jakarta Barat sekitar pukul 22.00 WIB. Di malam yang sunyi, dirinya membawa gerobak dan mengetukkan mangkuk kecil dengan sendoknya.

Pedagang tersebut melintas dari kompleks rumah Polri sisi utara gedung utama Polsek. Hingga kemudian tepat di sisi gedung tua, jendela kayu besar setinggi dua meter terbuka. Munculah perempuan cantik berwajah blasteran memakai pakaian mirip kebaya berwarna putih memanggil.

“Bang pesen satu,” ucap perempuan itu seraya menongolkan wajahnya, dikutip Sindonews.

Seketika jendela tua itu kembali ditutup. Sementara pedagang sekoteng yang tak menaruh curiga langsung meminggirkan gerobaknya dan bersigap menyiapkan semangkuk sekoteng hangat.

Lima menit kemudian, ia mengantarkan semangkuk sekoteng ke perempuan itu melalui pintu lobi gedung Polsek. Pedagang tersebut sempat merasa heran karena kondisi lobi Polsek sepi. Tidak ada satu pun orang maupun polisi di sekitar gedung tua itu.

“Bu..bu..mbaa..mbaa..,” teriak pedagang membawa nampan dengan semangkuk sekoteng.

Selang beberapa menit, tak ada satu pun orang yang menjawab. Hanya hembusan angin dingin yang terasa. Suasana malam itu kian aneh. Duduk di kursi, si pedagang yang penasaran itu setia menunggu perempuan blasteran, namun hingga lima menit tak kunjung datang.

Kepala SPK Polsek Palmerah Ipda Tugiyanto yang tengah berada di ruang SPKT seberang gedung utama langsung mendatangi lobi Polsek karena melihat keberadaan pedagangan tersebut dan menanyakan maksudnya duduk di lobi.

“Kenapa bang?” katanya.

“Ini tadi ada wanita yang pesan,” jawab pedagang sekoteng.

Tugi bertanya heran tak ada satu pun perempuan maupun orang di gedung itu. Kemudian, ie mengungkapkan bahwa saat ini polisi sedang berpatroli dan akan kembali lewat tengah malam. Sejumlah polisi bertugas patroli mengawasi PSBB yang kala itu diberlakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Tugi lantas mengajak pedagang itu masuk gedung utama mengecek satu per satu ruangan di sana. “Ayo kalo enggak percaya saya antar juga ke atas,” kata Tugi.

Baru melangkah, wajah pedagang itu mendadak pucat. Tangan dan kakinya sedikit gemetar. Nampan yang dipegangnya kemudian bergoyang. Membuat air sekoteng tumpah. Tak banyak bicara, pedagang itu bergegas kembali ke gerobaknya membawa sekoteng yang mulai dingin.

Usai menaruh mangkuk di atas gerobak, pedagang langsung berjalan cepat tanpa mengucapkan salam. Pedagang sekoteng itu tak pernah melintas di Polsek Palmerah. Peristiwa itu terjadi pada pertengahan Desember 2020.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement