Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Forum Disabilitas ASEAN, Mensos Dorong Penghapusan Diskriminasi Lewat Inovasi Teknologi

Arief Setyadi , Jurnalis-Rabu, 11 Oktober 2023 |23:10 WIB
Forum Disabilitas ASEAN, Mensos Dorong Penghapusan Diskriminasi Lewat Inovasi Teknologi
Mensos Tri Rismaharini (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan berbagai inovasi yang dilahirkan Kementerian Sosial (Kemensos). Yakni, tiga inovasi alat bantu disabilitas dengan fitur teknologi tinggi.

Inovasi tersebut berupa tongkat penuntun adaptif, gelang Gruwi untuk penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Kemudian, gelang Grita untuk penyandang disabilitas intelektual.

Inovasi teknologi terbukti mampu mempermudah para penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Alat bantu ini meningkatkan aksesibilitas penyandang disabilitas sehingga mereka dapat berfungsi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari,” kata Mensos seperti dikutip dalam keterangannya, Rabu (10/11/2023).

Dijelaskan juga bahwa tongkat adaptif diciptakan dan didesain dengan fitur-fitur yang mampu mendukung aktivitas para penyandang disabilitas sensorik netra. Di antaranya bisa mengeluarkan peringatan suara ketika menangkap suatu objek di depannya.

Selain itu, TPA juga mampu mendeteksi jarak yang ada di depan tongkat, mendeteksi air atau genangan air. Bahkan, mendeteksi asap dan panas.

Sementara Gruwi diciptakan untuk mencegah tindakan kekerasan terhadap penyandang disabilitas. Gruwi memiliki fitur tombol panik dengan alarm darurat, sensor suara dengan pengaturan level tangkapan dan jarak, serta indikator LED dan getaran yang dapat mendeteksi suara.

Begitu juga Grita memiliki keunggulan yang dilengkapi dengan fitur sensor denyut nadi dengan alarm jika melebihi batas wajar, lampu indikator darurat untuk perhatian sekitar, dan 8 level sensitivitas denyut nadi yang dapat diatur. Selain itu, juga koneksi ponsel untuk mengirim koordinat GPS dan data realtime.

Langkah Mensos Tri Rismaharini dalam penyelenggaraan Forum Tingkat Tinggi ASEAN tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca Tahun 2025 menuai apresiasi dari Penasehat Khusus Amerika Serikat untuk perwujudan dan penghormatan isu disabilitas Sara Minkara.

"Kami senang bisa ke sini, ini pertama kali forum tingkat tinggi antara US-ASEAN, terima kasih kepada Menteri Sosial Indonesia sudah menjadi tuan rumah acara ini,” katanya di sela-sela acara.

Kegiatan yang membahas pengarusutamaan hak penyandang disabilitas ini merupakan yang pertama bagi forum kerja sama kawasan dengan Amerika Serikat.

Forum tingkat tinggi ini, menurut Sara dapat meningkatkan perspektif para delegasi dan peserta tentang isu disabilitas, baik dari segi keamanan maupun fasilitas penunjang bagi kelompok disabilitas.

Selain itu, diskriminasi pada kelompok disabilitas harus dihapuskan. Sebab, masih banyak masyarakat global yang belum memahami konsep inklusif terhadap penyandang disabilitas.

Ia menekankan agar diskriminasi atau batasan tersebut dapat dihapuskan melalui perluasan akses bagi kelompok disabilitas agar mereka bisa mengembangkan nilai-nilai dan potensi yang ada di dalam diri mereka.

Hal ini juga berlaku untuk pemenuhan akses pada pengembangan teknologi seperti Artificial Intelegence (AI), pendidikan, transportasi, dan ekonomi. Sara pun menekankan bahwa inovasi adalah sebuah keharusan.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement