Terkait peristiwa tersebut, Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam, mengatakan kejadian itu mengawali perseteruan terpendam antara Soeharto dan Sarwo.
"Tentu ada peran Ali Moertopo juga yang melebih-lebihkan," kata dia beberapa waktu lalu.
Namun, mengingat Sarwo memiliki tim khusus yang bergerak cepat, Soeharto tetap memanfaatkan Sarwo Edhie dalam memberantas pasukan yang mendukung gerakan 30 September. Demikian dikutip dari buku 'Sarwo Edhie dan Misteri 1965'.
(Awaludin)