“Kami tidak dapat mengatakan dengan pasti apa yang menjadi sasaran rudal dan drone ini, namun mereka diluncurkan dari Yaman, menuju utara sepanjang Laut Merah, berpotensi menuju sasaran di Israel,” katanya kepada wartawan, dikutip BBC.
Brigjen Ryder menambahkan bahwa informasi mengenai sifat kegiatan tersebut “masih diproses” dan serangan tersebut mungkin “sedang berlangsung”.
“Respon defensif kami adalah respons yang bisa kami ambil jika ada ancaman serupa di kawasan di mana kami dapat melakukannya terhadap personel yang berkepentingan dan mitra kami,” katanya.
Pentagon mengatakan di Irak, drone dan roket telah diluncurkan di beberapa pangkalan yang menampung pasukan AS dan pasukan internasional lainnya.
Salah satu serangan menyebabkan cedera pada "sejumlah kecil tentara".
Kelompok militan Irak telah memperingatkan AS agar tidak mendukung tindakan Israel terhadap Hamas di Gaza.
Sebelumnya, pada Rabu (18/10/202), sebuah pesawat tak berawak menyerang pasukan AS di Suriah, menyebabkan cedera ringan, dan satu pesawat tak berawak lainnya ditembak jatuh.