KAIRO - Penjaga perbatasan Mesir terluka akibat pecahan peluru tank Israel yang menghantam salah satu menara pengawas mereka di tengah perang Israel dengan Hamas.
Insiden itu terjadi pada Minggu, (22/10/2023) di pos pemeriksaan Mesir dekat Kerem Shalom, tempat perbatasan Israel, Gaza dan Mesir. Juru Bicara Angkatan Bersenjata Mesir Kolonel Gharib Abdel-Hafez Gharib menggambarkan cedera tersebut sebagai “ringan” dan tidak mengungkapkan berapa banyak penjaga perbatasan yang terluka akibat pecahan peluru tersebut.
“Pihak Israel segera menyatakan penyesalannya atas insiden yang tidak disengaja tersebut,” kata Gharib dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir RT. “Itu terjadi, dan keadaan di balik insiden itu sedang diselidiki.”
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeluarkan pernyataan pada Minggu sebelumnya, menyatakan “kesedihan atas insiden tersebut.” Tank tersebut “secara tidak sengaja menembak dan menghantam sebuah pos di Mesir,” dan insiden tersebut sedang diselidiki, menurut pernyataan itu.
Kecelakaan itu terjadi sehari setelah Mesir membuka perbatasannya dengan Gaza untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan menjangkau warga Palestina yang terkepung. Hanya 20 dari sekira 200 truk bantuan yang telah menunggu berhari-hari untuk masuk ke Gaza dilaporkan diizinkan memasuki wilayah tersebut pada hari Sabtu. Konvoi kedua, yang terdiri dari 14 truk, melewati perbatasan Rafah dan menyeberang ke Gaza pada Minggu.