SEJAK perang Israel dan pejuang Hamas kembali pecah mulai 7 Oktober lalu, China dan Rusia menjadi dua negara kuat yang mengkritik langkah zionis memborbarid Gaza. Tapi, mendadak China mengeluarkan statmen yang terkesan mendukung agresi Israel dan menyalahkan Hamas.
Selama peperangan, China menahan diri tidak mengutuk Hamas, yang menewaskan ribuan orang, termasuk di antaranya warga sipil. China bahkan dikabarkan mengirimkan 6 kapal perang ke kawasan Timur Tengah meski berdalih untuk menjalani latihan perang bersama Oman.
China juga mengusulkan agar Israel memenuhi hukum internasional termasuk usul mendirikan dua negara sebagai solusi di daerah tersebut. Sikap China tersebut memunculkan protes langsung dari kubu Israel.
Keberatan Israel disampaikan Wakil Direktur Jenderal yang bertanggung jawab untuk Urusan Asia-Pasifik Rafi Harpaz kepada Utusan Khusus untuk Masalah Timur Tengah Zhai Jun melalui sambungan telepon. "Israel sangat kecewa dengan pernyataan resmi Tiongkok dan berita di media," kata Rafi Harpaz dikutip kantor Berita Xinhua yang dikelola pemerintah China.
Setelah serangkain protes tersebut, seperti membuat China mulai melunak terhadap Israel. melalui Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan bahwa Israel berhak untuk mempertahankan diri demi keamanan mereka.