JAKARTA- Mengulik kenapa PBB tidak bisa mendamaikan Israel dan Palestina? Hal ini merupakan tantangan yang seharusnya bisa ditangani oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Namun, PBB tidak banyak berbuat dalam mengatasi konflik ini. Pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB tidak berhasil mencapai kesepakatan mengenai konflik Israel dan Palestina.
Lantas kenapa PBB tidak bisa mendamaikan Israel dan Palestina?
Melansir Al Jazeera, PBB tidak bisa mendamaikan Israel dan Palestina karena adanya perbedaan pandangan dan kepentingan politik antara negara anggota Dewan Keamanan. Konflik geopolitik dan kepentingan nasional antar anggota juga bisa menjadi penghalang dalam mencapai kesepakatan.
Beberapa negara memiliki hubungan dekat dengan Israel atau Palestina. Keberpihakan ini mempengaruhi sikap mereka dalam proses perdamaian. Seperti Amerika Serikat yang merupakan sekutu Israel.
Amerika Serikat menjadi satu dari lima negara yang memiliki hak veto atas setiap keputusan PBB. Mereka menggunakan hak veto untuk menghalangi dukungan Dewan Keamanan untuk mendukung Palestina. Argumentasi mereka lebih memilih menggunakan kekuatan diplomasi sendiri untuk meredakan situasi.
Meskipun PBB memiliki peran penting dalam memfasilitasi dialog dan negosiasi antara pihak-pihak yang terlibat, keputusan akhir tetap berada di tangan negara-negara anggota. Terutama bagi mereka negara yang memiliki pengaruh besar dalam konflik ini.
Amerika Serikat bahkan mendesak 15 anggota dewa untuk mengutuk keras Hamas. Namun tidak berhasil mencapai konsensus karena diplomat mengharapkan fokus yang lebih luas.
Selain itu, masalah yang belum terselesaikan dan ketegangan berkepanjangan antara Israel dan Palestina juga menyulitkan upaya perdamaian. Sengketa terkait perbatasan, penyelesaian pemukiman, status Yerusalem, dan hak rakyat Palestina terus menjadi poin perdebatan dan sumber ketidaksepakatan.
Ketidakmampuan untuk mengatasi masalah inti ini telah menghambat kemajuan menuju perdamaian. Tiga organisasi hak asasi manusia Palestina mengatakan bahwa kelambanan PBB memungkinkan terjadi kekerasan terbaru.
Sementara, Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, justru menunjukkan gambar grafis warga sipil Israel yang ditawan oleh Hamas.
Demikian alasan PBB tidak bisa mendamaikan Israel dan Palestina.
(RIN)
(Rani Hardjanti)