Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Riwayat Pelabuhan Sunda Kelapa, Pusat Dagang Internasional yang Jadi Embrio Lahirnya Jakarta

Nanda Aria , Jurnalis-Jum'at, 27 Oktober 2023 |05:18 WIB
Riwayat Pelabuhan Sunda Kelapa, Pusat Dagang Internasional yang Jadi Embrio Lahirnya Jakarta
Pelabuhan Sunda Kelapa/Foto: Okezone
A
A
A

"Portugis diberi izin (mendirikan gudang di Sunda Kelapa-red) oleh Kerajaan Pajajaran, belakangan justru digunakan Pajajaran sebagai rekan dia untuk menahan laju islamisasi Cirebon. Jadi, mereka kolaborasi membendung islamisasi dari Cirebon dan belakangan dari Banten, karena Portugis itu dateng bukan dalam posisi kosong tapi juga bawa senapan, baju tempur, bahkan ada pendeta, untuk melakukan kristenisasi saat itu itu setiap mereka datang," tutur Johan.

Fatahillah dan Cikal Bakal Kota Jakarta

Johan menuturkan, pada tahun 1525 sosok Fatahillah atau Falatehan menjadi sosok yang paling dikenang dalam pertempuran mengusir penjajah yang kala itu bangsa Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Namun demikian, belum ada dokumen resmi kapan pastinya pengusiran itu dilakukan hingga hari ini yang dikenal sebagai cikal bakal Kota Jakarta pada 22 Juni 1527.

 BACA JUGA:

"Memang kalau kita perlu mencari saya berasumsi ada dokumen sejarah soal itu karena naskah perjanjian dengan pedagang Portugis itu aja ada yang tersimpan di Lisabon, logikanya pasti ada kalau masa sebelum Islam aja ada apalagi masa itu," kata Johan.

Saat itu lanjutnya, Fatahillah menilai bahwa posisi Portugis sebagai ancaman regional terhadap seluruh kerajaan di Nusantara khususnya pulau Jawa, untuk itu ia mengerahkan armada perangnya bersama Kesultanan Demak dan Cirebon untuk mengusir Portugis dari Sunda Kelapa dan mengganti nama pelabuhan tersebut menjadi Jayakarta atau kemenangan yang gilang-gemilang.

 BACA JUGA:

Tidak berhenti sampai di sana, secara perlahan kekuasaan Fatahillah yang kala itu usai mengusir Portugis mulai meredup dan perlahan dikuasai Banten yang saat itu menempatkan seorang Adipati bernama Pangeran Wijayakrama. Dari sana pula Ia mulai membangun komunikasi dengan Belanda.

"Kisah hidupnya (Fatahillah) belakangan misterius bagaimana masa-masa terakhirnya hilang begitu saja karena sejarah dengan cepat mengarah ke Pangeran Wijayakrama. Kemudian mereka Belanda datang itu baik-baik datang sama dengan Portugis ingin membuka loji, semacam pergudangan dan perkantoran tapi ternyata mereka juga menghimpun kekuatan untuk melakukan perlawanan," ujar dia.

Diakui Johan bahwa dalam beberapa catatan seperti ditulis Wuka Chandra Sasmita, Wijayakrama ini menguasai Banten namun dalam kepemimpinananya tidak melibatkan Banten. Selain kepada Belanda, Wijayakrama juga memberikan izin kepada orang Inggris untuk mendirikan pertahanan dengan catatan membantu Wijaya apabila mendapat perlawanan dari Belanda.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement