Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Letjen TNI Suryo Prabowo Jadi Prajurit Terakhir Pembawa Bendera Merah Putih di Timtim

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Senin, 30 Oktober 2023 |06:00 WIB
Kisah Letjen TNI Suryo Prabowo Jadi Prajurit Terakhir Pembawa Bendera Merah Putih di Timtim
Suryo Prabowo (Foto: istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo merupakan tokoh militer di Indonesia yang cukup disegani dan kenyang dengan pengalaman tempur di medan pelagan.

Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah 15 Juni 1954 itu memilih mengabdikan dirinya sebagai tentara. Lulus SMA Pangudi Luhur 1 Jakarta pada 1972, Suryo Prabowo langsung mendaftarkan diri menjadi Taruna Akademi Militer (Akmil).

Selama pengabdiannya di TNI, berbagai jabatan strategis pernah diembannya baik di Korps Baret Merah Kopassus sebagai kesatuannya maupun di TNI. Jabatan terakhirnya di militer sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.

Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo merupakan lulusan terbaik Akmil atau peraih Adhi Makayasa 1976 dari kesatuan Infanteri Kopassus.

Dia mendapatkan dua penghargaan sekaligus yakni, Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama. Adhi Makayasa adalah, Saat mengikuti pendidikan di Akmil, Suryo Prabowo pernah mengikuti pertukaran taruna dengan Taruna dari RMC (Royal Military College) Duntroon, Australia.

Dia juga pernah mengikuti berbagai pendidikan atau kursus spesialisasi, di antaranya kursus spesialisasis Nubika (Nuklir Biologi dan Kimia), kursus penjinakan bahan peledak, kursus dasar para dan kursus pandu udara.

Pendidikan militer lainnya yang pernah diikuti adalah Kurus Lanjutan Perwira (Suslapa), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) KRA 14. Hampir seluruh pendidikan diselesaikan dengan predikat terbaik.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement