Uni Emirat Arab (UEA) menekankan pentingnya menegakkan aturan peperangan. Duta Besar UEA Lana Zaki Nusseibeh, yang ikut memprakarsai pertemuan dengan Tiongkok, menggarisbawahi bahwa diskusi di dalam Dewan sedang berlangsung, dan negara-negara berupaya menjembatani perbedaan mereka.
“Kami mengutuk serangan ketujuh Oktober yang dilakukan Hamas terhadap Israel. Kami juga mengutuk serangan tanpa pandang bulu yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Kami menyatakan keprihatinan besar kami atas berlanjutnya penahanan para sandera dan menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat semua sandera, serta keselamatan dan perlakuan manusiawi sesuai dengan hukum internasional,” terangnya.
Nusseibeh menambahkan bahwa pembunuhan dan pencacatan anak-anak, serangan terhadap sekolah dan rumah sakit serta Jalur Gaza dan penolakan akses anak-anak terhadap bantuan kemanusiaan merupakan pelanggaran yang sangat berat. terhadap anak-anak.
Dalam pertemuan tersebut, para pejabat kemanusiaan PBB memberi pengarahan kepada Dewan Keamanan mengenai situasi kemanusiaan yang mengerikan di wilayah tersebut.
Upaya-upaya sebelumnya untuk meloloskan resolusi di Dewan Keamanan menghadapi tantangan. Termasuk dua veto AS, yang semakin menggarisbawahi kompleksitas dalam mencapai konsensus mengenai masalah penting ini.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.