Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dilatih PETA, Laskar Hizbullah Jadi Pasukan Cadangan pada Pertempuran Surabaya 10 November

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 10 November 2023 |08:56 WIB
Dilatih PETA, Laskar Hizbullah Jadi Pasukan Cadangan pada Pertempuran Surabaya 10 November
Dilatih PETA, Laskar Hizbullah jadi tentara cadangan pada pertempuran Surabaya 10 November. (Ilustrasi/Ist)
A
A
A

"Kemudian membuat pasukan Hizbullah dan laskar-laskar lebih kecil lagi di Malang dan sekitarnya. Dari laskar-laskar inilah kiai dan santri melakukan perlawanan ke tentara sekutu untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia," tuturnya.

Para pasukan Hizbullah dari berbagai daerah di Malang Raya dan sekitarnya itu kemudian berkumpul di Masjid Sabilillah Blimbing, sebelum berangkat ke Surabaya. Alasannya kawasan Blimbing dinilai strategis sebagai titik temu dari beberapa pondok pesantren.

"Karena pertigaan Blimbing itu sangat strategis, arah Tumpang, Pakis lewat situ arah Batu lewat situ, sehingga di Sabilillah itu tempat berkumpulnya tentara laskar Hizbullah untuk menuju ke Surabaya. Sehingga dinamakan masjidnya Masjid Sabilillah," katanya.

Dari situ ada sekitar 168 orang pasukan yang berkumpul di Masjid Sabilillah Malang. Namun pada perjalanan berangkat ke Surabaya pasukan Laskar Hizbullah ini berkembang menjadi banyak orang karena melintasi beberapa pondok pesantren mulai dari Malang, Pasuruan, hingga sampai di Sidoarjo.

"Akhirnya lama-lama menjadi membesar membesar, dan besarnya bisa sampai 500 sampai 1.000 orang, itu berjalan terus akhirnya berkumpullah titik kumpulnya di Surabaya, pemberhentian pertama di sebuah pabrik gula di Sidoarjo," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement