PRANCIS – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan jika Rusia dibiarkan memenangkan perang melawan Ukraina, maka akan hadir kekuatan kekaisaran baru di Eropa, yang dapat mengancam negara-negara bekas Soviet lainnya seperti Georgia dan Kazakhstan, serta seluruh benua.
“Karena, yang pasti, imperialisme dan kolonialismelah yang dilakukan Rusia [di Ukraina],” katanya.
Hal ini diungkapkan Macron dalam sebuah wawancara eksklusif di Istana Élysée kepada BBC. Melalui wawancara itu, macron membahas banyak hal. Seperti perang Israel-Hamas di Gaza, perang Rusia-Ukraina, masalah perubahan iklim, dan antisemitisme.
Presiden Perancis mengatakan bahwa adalah “kewajiban” negaranya dan semua negara untuk mendukung Ukraina dalam pertahanannya. Namun dia juga mengatakan bulan depan akan menjadi bulan yang penting, karena mereka sedang berjuang untuk merebut kembali wilayah yang hilang melalui operasi serangan balasan.
Dia mengatakan ini "belum" waktunya bagi Ukraina untuk berunding, dan menekankan bahwa keputusan untuk bernegosiasi adalah keputusan Kyiv sendiri. Namun dia menambahkan mungkin ada saatnya untuk “melakukan negosiasi yang adil dan baik, dan kembali ke meja perundingan dan mencari solusi dengan Rusia”.
Macron juga membahas ekstremisme online – topik utama di Forum Perdamaian Paris. Dia menyoroti perusahaan induk Facebook, Meta dan Google, dengan mengatakan bahwa kedua perusahaan tersebut “tidak memenuhi” janji yang mereka buat untuk memoderasi ujaran kebencian di platform mereka.
Dia mengatakan banyak platform online kekurangan moderator untuk konten berbahasa Prancis, dan menyebutnya sebagai hal yang "memalukan", dan berjanji untuk "mendorong mereka" mengenai masalah ini - meskipun dia mengatakan TikTok telah meningkatkan jumlah moderator untuk konten berbahasa Prancisnya.
Dan dia mengatakan bahwa perubahan iklim menyebabkan terorisme di berbagai belahan dunia, khususnya menyebutkan dampak pemanasan global terhadap rendahnya permukaan air di Danau Chad di Afrika Barat.
“Sebagai konsekuensi dari perubahan iklim, banyak keluarga yang hidup sebagai nelayan menderita. Banyak spesies yang hilang begitu saja. Dan hal ini menciptakan politik yang mendorong banyak orang melakukan terorisme,” terangnya.
Namun ketika ditanya apakah dia pernah merasa tertekan dengan banyaknya masalah yang dihadapi dunia, Macron mengatakan dia melihatnya sebagai sebuah kesempatan dan kehormatan untuk mengemban tanggung jawab sebagai kepala negara.
“Kita membutuhkan kerja sama internasional untuk mengatasi masalah global. Ini adalah kesempatan yang unik,” tambahnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.