TEL AVIV – Danau Tiberias, atau dikenal juga sebagai Danau Galilea, adalah sebuah danau air tawar di Israel yang terletak di antara Dataran Tinggi Golan dan Lembah Celah Yordan.
Danau ini merupakan danau air tawar terendah di Bumi dengan ketinggian antara 215 meter (705 kaki) dan 209 meter (686 kaki) di bawah permukaan laut.
Danau Tiberias sendiri sangat bermakna bagi umat Kristiani yang percaya bahwa danau ini merupakan tempat di mana Yesus berjalan di atasnya. Tidak hanya itu, danau tersebut juga menjadi daya tarik wisata yang besar di Israel.
Sumber utama airnya berasal dari mata air bawah tanah dan Sungai Yordan, yang mengalir melaluinya dari utara ke selatan dan keluar dari danau di Bendungan Degania. Sayangnya, dalam 10 tahun terakhir ini kekeringan telah terjadi di sepanjang danau.
Danau yang berada di wilayah utara Israel ini telah menjadi hamparan tanah yang kering. Israel harus “mengisi ulang” danau dengan air yang didesalinasi dari Laut Mediterania agar danau tidak menyusut lagi.
Dilansir dari La Voce di New York, penyebab utama kekeringan di Danau Tiberias ini adalah perubahan iklim yang terjadi di seluruh berlahan dunia. Dampak dari gelombang panas dan hujan deras yang tidak menentu ini mengakibatkan air danau yang dinilai berkualitas tinggi harus menyusut tiap tahunnya.