JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy'ari mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan mitigasi apabila Pemilu 2024 berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Contoh, seperti menyiapkan anggaran pelaksanaannya.
Kata dia, Pemerintah menyediakan anggaran Pemilu 2024 apabila terjadi dalam situasi Pademi Covid-19. Namun, anggaran itu turun setelah penentuan kedaruratannya.
BACA JUGA:
"Istilah yang digunakan dalam bencana non alam covid kan yang punya kebijakan menentukan adalah pemerintah. Jadi, anggaran itu digunakan atau tidak nanti tentu saja kami merujuk pada keputusan yang dibuat oleh pemerintah," jelasnya dikutip Kamis, (7/12/2023).
Dia pun kembali menegaskan bahwa ada anggaran tersebut. Kendati, digunakannya atau tidak itu tergantung keputusan Pemerintah.
BACA JUGA:
"Yang menentukan kebijakan ini darurat atau tidak kan bukan kewenangan KPU, kewenangannya pemerintah," tuturnya.
Diketahui, kasus Covid-19 naik lagi di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, kenaikan kasusnya hingga 80 persen.
Jika biasanya kasus mingguan Covid-19 berkisar 30 hingga 40, kini tembus 267 kasus per 28 November hingga 2 Desember 2023.
"Omicron subvarian XBB.1.5 masih mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia," kata Maxi saat konferensi pers virtual, Rabu (6/12/2023).
BACA JUGA:
Untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas, Kemenkes pun menyarankan agar masyarakat melengkapi vaksin booster-nya.
"Paling penting adalah lakukan booster. Vaksinnya sendiri masih gratis hingga akhir tahun ini," ungkap Maxi.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.