"Maksud saya ya kita kan sudah biasa bertahun-tahun kita seperti itu. Sekarang hanya dalam waktu sehari dua hari saja, menunggu jeda melakukan evaluasi, langsung seperti itu, nggak bolehlah,”ujarnya.
“Kita sama-sama, pemerintah ini berdiri bagaimana masyarakat di hilir, di hulu juga, bagaimana pengusaha, truk, seperti itu. Jadi semua kita seimbangkan. Saya harapkan masyarakat tolong bisa dipahami utama kepada para sopir truk ini untuk bisa menahan diri," lanjutnya.
Adapun para sopir truk, tambah Agus, meminta pelonggaran terkait jam operasional tersebut. Saat ini, pihaknya juga sudah berada di lokasi dan akan berkoordinasi dengan instansi lainnya.
"Mereka ingin jam operasional itu dilonggarkan, yaitu pada saat jam 1 sampai dengan jam 4 siang, truk kosongan itu bisa lewat. Sementara ini pro dan kontra kan,”ujarnya.
‘Makanya kami ada uji coba selama satu minggu, dan sudah kita janjikan setelah satu minggu, kita akan evaluasi. Kita sudah turunkan petugas ke sana dari subuh tadi. Kemudian juga tentunya dalam kesempatan ini, kami akan segera koordinasi dengan pihak berwenang juga dari polisi dan TNI," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.