GAZA - Abu Ubaidah merupakan nama samaran dari seorang militan Palestina yang menjadi juru bicara dari Brigade Izz ad-Din al-Qassam.
Pada 2014, media Israel merilis foto yang diklaim milik Abu Ubaidah dengan nama Huzaifa Samir Abdullah al-Kahloot. Namun, Brigade al-Qassam menolak keabsahan foto dan nama tersebut. Seorang pemimpin senior menyatakan bahwa Abu Ubaidah tidak akan muncul di media, dan hanya segelintir orang yang mengetahui identitas sebenarnya dari Abu Ubaidah.
Ditambah lagi ia selalu memakai sorban untuk menutupi wajahnya mencontoh mantan pemimpin Al-Qassam, Imam Aqel. Hal ini juga berhubungan dengan identitas dirinya yang sangat dirahasiakan.
Nama samarannya yaitu Abu Ubaidah mungkin merujuk pada Abu Ubaidah bin al-Jarrah, seorang sahabat Nabi Muhammad dan komandan pasukan Kekhalifahan Rashidun selama Pertempuran Yarmuk dan Pengepungan Yerusalem pada abad ke-7.
Dilansir dari berbagai sumber, selama eskalasi konflik Palestina-Israel pada 2021, Abu Ubaidah mengatakan bahwa menyerang Tel Aviv, Dimona, Ashdod, Ashkelon dan Beersheba.
Ubaidah berkata bahwa penyerangan tersebut "lebih mudah bagi kami daripada minum air," Ia juga menyatakan bahwa "tidak ada garis merah ketika merespons agresi itu."
Setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai, dia berkata, "Dengan bantuan Tuhan, kami mampu mempermalukan musuh, entitasnya yang rapuh, dan pasukannya yang buas."