“Fakta bahwa fosfor putih produksi AS digunakan oleh Israel di Lebanon selatan harus menjadi perhatian besar para pejabat AS. (Kongres) harus menanggapi laporan penggunaan fosfor putih oleh Israel dengan cukup serius untuk menilai kembali bantuan militer AS ke Israel,” Tirana Hassan, direktur eksekutif Human Rights Watch, mengatakan kepada surat kabar tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis.
Gedung Putih telah bereaksi terhadap masalah ini, dan juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby menyatakan “kekhawatirannya” sambil menyatakan bahwa fosfor putih adalah penggunaan militer yang sah untuk penerangan dan menghasilkan asap, demikian dilansir RT.
“Kami sudah melihat laporannya, tentu kami prihatin dengan hal itu. Kami akan mengajukan pertanyaan untuk mencoba belajar lebih banyak,” kata Kirby kepada wartawan saat dalam perjalanan ke Philadelphia. “Setiap kali kami memberikan item fosfor putih kepada militer lain, kami berharap sepenuhnya bahwa item tersebut akan digunakan sesuai dengan tujuan yang sah dan sesuai dengan hukum konflik bersenjata,” tambahnya.