Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Sultan Rifat Korban Terjerat Kabel Fiber Optik, Bernapas Lewat Leher

Arief Setyadi , Jurnalis-Rabu, 13 Desember 2023 |07:10 WIB
5 Fakta Sultan Rifat Korban Terjerat Kabel Fiber Optik, Bernapas Lewat Leher
Sultan Rifat (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA – Kabar baik Sultan Rifat Alfatih (21), korban terjerat kabel fiber optik milik PT Bali Towerindo Sentra, Tbk. (Bali Tower), saat ini sudah mulai bisa menjalani aktivitas fisik secara normal. 

Berikut fakta-faktanya:

1. Bernapas Lewat Lubang Buatan 

Meski Sultan bisa beraktivitas secara normal. Namun, dirinya untuk bernapas tidak lagi menggunakan hidung dan mulut, tapi menggunakan lubang buatan di area leher secara permanen.

2. Kehilangan Indra Penciuman

Lantaran lubang napas di dalam rongga mulut sudah ditutup secara permanen saat operasi pengangkatan pita suara di RS Polri Kramajati 19 Oktober 2023 silam, Sultan Rifat juga harus kehilangan fungsi indera penciuman.

3. Sultan Tetap Semangat Menjalani Kehidupan 

Menurut Fatih, ayah Sultan, saat ini anaknya menjalani kehidupan barunya pascaoperasi dan perawatan di RS Polri Kramajati dengan sangat semangat dan antusias, meskipun ada beberapa keterbatasan.

“Secara umum aktivitas fisik, anak saya bisa menjalani secara normal. Mandi, keramas pun bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan. Untuk olahraga pun hampir semuanya bisa dilakukan, kecuali berenang, sebab napasnya sekarang sudah tidak lagi dari mulut dan hidung," kata Fatih.

Pernyataan ayahnya itu juga diakui Sultan. “Saya menganggap keadaan saya saat ini adalah suatu keunikan dalam diri saya, dan bukan lagi sebagai kecacatan yang akan menghambat aktivitas dan kehidupan saya. Saya berharap lingkungan dan masyarakat tidak memperlakukan khusus kepada saya, dan saya ingin dianggap seperti masyarakat pada umumnya,” demikian disampaikan langsung oleh Sultan.

4. Tak Punya Pita Suara

Saat ini, Sultan Rifat juga tidak lagi memiliki pita suara. Akibatnya, untuk berbicara sudah tidak bisa lagi menggunakan mulut. Sebagai alternatif, saat ini Sultan berbicara dengan menggunakan bantuan alat yang disebut digital electrolarynx, di mana penggunaannya cukup ditempelkan di sekitar area leher, dan akan mengeluarkan suara sesuai kalimat yang disampaikan oleh Sultan.

“Luar biasa RS Polri, sangat tanggap dengan anak saya, dengan menyediakan alat bantu bicara tersebut anak saya bisa berinteraksi dengan bicara, meskipun kualitas suaranya seperti robot, tapi ini jauh lebih baik dan sangat menolong anak saya," ujar Fatih.

5. Latihan Berbicara

Saat ini, Sultan juga menjalankan fisio terapi dan latihan untuk berbicara dengan menggunakan napas perut, dengan target waktu 6 bulan diharapkan dapat berbicara dengan teknik nafas perut, dan tidak tergantung lagi dengan bantuan alat untuk berbicara.

“Kualitas suara yang dihasilkan oleh napas perut sedikit lebih baik daripada menggunakan alat digital electrolarynx. Meskipun demikian kami sangat bersyukur Sultan masih bisa berkomunikasi dan lanjutkan kuliahnya,” ujarnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement