Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Enggan Kampanye di Depan Abuya Muhtadi, Mahfud MD: Beliau Ilmu dan Makrifatnya Tinggi

Riana Rizkia , Jurnalis-Kamis, 14 Desember 2023 |05:20 WIB
Enggan Kampanye di Depan Abuya Muhtadi, Mahfud MD: Beliau Ilmu dan Makrifatnya Tinggi
Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD di Ponpes Cidahu Pandeglang (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengaku enggan berkampanye di depan tokoh dan ulama kharismatik Banten, Abuya Muhtadi.

Awalnya, Mahfud MD mendapat doa khusus dari Abuya Muhtadi agar sukses dan memenangkan Pilpres 2024. Hal itu terjadi saat Mahfud menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Ulum, Cidahu, Cidasari, Pandeglang, Rabu (13/12/2023).

"Mangga pilih calon-calonnya. Tapi Mangga singkatan, Mahfud-Ganjar. Sukses. Sukses. Sukses Mangga. Mahfud Ganjar," doa Abuya Muhtadi diamini ratusan santri dan ulama yang hadir.

Kemudian Mahfud mengatakan bahwa Abuya Muhtadi adalah orang yang memiliki ilmu dan makrifat yang tinggi. Sehingga para santri dan ulama bisa langsung bertanya kepada Abuya Muhtadi.

"Saya yakin, nggak perlu kampanye apa-apa. Beliau Abuya Muhtadi sudah tahu, beliau ilmunya dan makrifatnya tinggi. Tanyakan ke beliau. Saya tidak akan kampanye elektoral," kata Mahfud.

Lantas, Mahfud pun berbicara soal peran santri dan umat Islam dalam mencintai serta menjaga tanah air. Sebagai santri, Mahfud amat berkesan dengan pelajaran di pondok pesantren yang selalu mengutamakan mencintai tanah air. Itulah mengapa lagu pertama yang berkumandang dalam setiap acara di Ponpes, adalah Indonesia Raya.

"Hingga ada ungkapan Hubbul Wathan Minal Iman. Maka pesantren yang benar, adalah yang tidak boleh melahirkan orang-orang yang radikal," ucapnya.

Mahfud juga mengulas tentang Piagam Madinah semasa Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad amat kosmopolit dan inklusif. Inilah yang ditiru oleh para ulama pendiri bangsa yang telah memberikan nilai-nilai ke-Islaman pada Indonesia.

"Indonesia ini negara Islami, tapi bukan negara Islam. Jangan eksklusif, harus inklusif. Tidak boleh ada diskriminasi kepada kelompok rentan. Mari kita jaga Indonesia ini dengan penuh kecintaan," ucapnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement