Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penyebab Warga Asli Gaza Tidak Mau Meninggalkan Gaza

Ludwina Andhara Herawati , Jurnalis-Jum'at, 15 Desember 2023 |17:12 WIB
Penyebab Warga Asli Gaza Tidak Mau Meninggalkan Gaza
Warga asli Gaza tidak mau meninggalkan Jalur Gaza (Foto: AP)
A
A
A

GAZA - Jalur Gaza adalah kawasan yang terletak di pantai Timur Laut Tengah, Palestina yang berbatasan dengan Mesir sebelah barat daya, dan Israel di sebelah timur dan utara.

Mengutip berbagai sumber, pada awalnya Jalur Gaza bukan perbatasan internasional. Jalur ini diduduki Mesir dan dikelola secara resmi oleh Pemerintahan Seluruh Palestina yang didirikan oleh Liga Arab pada September 1948.

Sejak Sabtu (7/10/2023), ribuan orang tewas dan mengalami luka berat akibat serangan mendadak ke Israel yang dilakukan Hamas. Ketika serangan ditargetkan ke Gaza dalama beberapa waktu terakhir, ratusan ribu warga Palestina terpaksa megungsi dari rumah.

Meskipun ratusan ribu warga telah meninggalkan Gaza, masih banyak yang memilih menetap dan tidak mau mengungsi.

Mengutip BBC, salah seorang warga Palestina, Mohamed Ibrahim (42) mengungkapkan dirinya tidak akan pernah meninggalkan tanah airnya.

"Saya tidak bisa lari ke tempat lain, meskipun mereka akan menghancurkan rumah kami di atas kepala kami. Aku tetap di sini," ujar Mohamed.

Namun apakah alasan sebenarnya dibalik keinginan warga Gaza yang keukeuh untuk tidak meninggalkan Gaza?

Berikut 3 penyebab warga tidak meninggalkan tanah airnya.

1. Tempat Mempertahankan Identitas

Mengutip The Washington Post, sebagian orang yang tinggal di Gaza sudah menjadi pengungsi dari berbagai kota dan desa, yang kini berada di Israel dan Tepi Barat.

Meskipun tidak optimis akan kembali ke rumah leluhurnya, sebagian besar menyadari bahwa wilayah tersebut adalah satu-satunya dimana mereka dapat mempertahankan identitas.

2. Tidak Diizinkan Kembali

Warga Gaza khawatir jika mereka meninggalkan tanahnya, mereka tidak diiizinkan kembali menetap di sana. Menjadi pengungsi dan disingkirkan adalah nasib yang diterima sebagian orang.

3. Jalur Penyebrangan Ditutup

Mengutip The Washington Post, pihak Mesir telah menutup jalur penyebrangan untuk mencegah warga Palestina menerobos. Walaupun pemerintah Biden mendesak jalur tersebut kembali dibuka, rezim Jendeal Abdel Fattah El Sisi enggan bertanggung jawab atas ribuan pengungsi.

Kebijakan tersebut dinilai kejam. Walau demikian, hal ini sesuai dengan kebijakan lama. Mesir prihatin terhadap permasalahan warga Palestina, namun tidak ingin masalah tersebut ada di wilayahnya.

Berbagai negara Arab lain menawarkan ragam tawaran. Yordania sudah menampung warga Palestina dan negara lain terlalu banyak.

Warga Gaza tidak dapat pergi karena telah menjadi suatu tragedi. Tentu kejadian ini tidak ada yang menginginkannya.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement