Yenny Wahid mengatakan masyarakat harus mencari pemimpin yang terbukti dekat dengan rakyat dan memiliki rekam jejak yang baik, dan betul-betul mau mendengarkan suara hati rakyat serta mau bekerja untuk rakyat.
"Mas Ganjar kerjanya cepat sat set. Saya mau negara kita dipimpin orang yang mendengarkan aspirasi masyarakat. Orang yang mau menegakkan demokrasi di Indonesia," harapnya.
Dalam demokrasi, kata Yenny, kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat. Dan rakyatlah yang paling berkuasa. Dalam demokrasi anak tukang parkir dan anaknya presiden sama kedudukannya di mata hukum.
"Karena itu demokrasi harus dipertahankan, yang bisa mempertahankan demokrasi saat ini adalah pasangan Ganjar-Mahfud," ungkapnya.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara kaya. Namun rakyatnya masih banyak yang miskin dan tidak sejahtera salah satu faktornya karena masih tingginya angka korupsi.
Dia pun bercerita, ayahandanya Gus Dur yang merupakan seorang anak yatim. Suatu waktu pergi ke Subang Jawa Barat bersama ayahnya Wahid Hasyim menggunakan mobil. Namun, di tengah perjalanan terjadi kecelakaan sehingga Mbah Wahid Hasyim terluka parah. Namun, karena di daerah terpencil tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai dan harus memanggil ambulans lama sekali.
"Akhirnya Gus Dur harus memangku ayahnya. Kepala ayahnya di pangkuan Gus Dur dan mengembuskan nafas terakhir menghadap Allah SWT. Kita tidak ingin itu terjadi lagi di negara kita. Karena itulah saya mendukung Ganjar-Mahfud. Karena janji mereka membangunkan satu desa satu puskesmas," katanya.