JAKARTA - Raden Wijaya membuka lahan baru yang menjadi cikal bakal wilayah Kerajaan Majapahit. Wilayah itu berada di hutan daerah Tarik. Daerah itu merupakan pemberian Raja Jayakatwang, penguasa Kediri seusai Kerajaan Singasari tamat riwayatnya setelah diserang oleh Kediri.
Jayakatwang saat itu memang menerima saran dari penasehatnya untuk membuka hutan di Tarik. Pembangunan permukiman di utara Kerajaan Kediri ini diusulkan oleh Raden Wijaya sebagai tempat peristirahatan, ketika sedang berburu.
Jayakatwang pun juga sempat memberikan permintaan khusus kepada Arya Wiraraja, agar turut serta membangun dess di wilayah Tarik itu. Proses membantu membangun desa itu diminta Jayakatwang sebagai bentuk kesetiaan Adipati Madura kepada penguasa baru.
Dikutip dari "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru" dari tulisan Mansur Hidayat, setelah pembukaan hutan Tarik disetujui oleh Jayakatwang, kemudian Arya Wiraraja mengirimkan banyak orang-orang Madura, untuk membuka hutan dan akan dijadikan desa persinggahan.
Orang-orang Madura konon terbiasa bekerja di dalam lingkungan dan tanah yang tandus, bekerja dengan senang hati, karena suburnya daerah yang baru dibuka ini. Pada kisah pembangunannya, diceritakan orang-orang Madura kehabisan bekal dan memakan buah maja yang banyak tumbuh di hutan Terik tersebut sehingga nama daerah baru itu dinamakan Majapahit.
Setelah selesai pembangunan Desa Majapahit tersebut, banyak orang-orang Madura menempati tanah baru ini dengan senang hati karena kesuburan tanahnya. Nararya Sangramawijaya atau Raden Wijaya kemudian diizinkan ke Majapahit beberapa bulan setelah pembukaan untuk mempersiapkan segala perlengkapan raja Jayakatwang jika berburu kelak.