“Mereka menggunakan perantara/kurir langsung untuk melakukan pembayaran ke kontaknya. Mereka mencoba menghilangkan jejak uang tersebut dengan menggunakan mata uang kripto dan sistem transfer uang,” kata orang tersebut, seraya menambahkan bahwa operasi Turki terhadap orang-orang yang terkait dengan Mossad akan terus berlanjut.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya mengatakan para tersangka ditahan di 57 lokasi, termasuk di Istanbul, sebagai bagian dari operasi yang dijuluki "Operasi Mole", dan menambahkan bahwa mereka diyakini bertujuan untuk mengidentifikasi, memantau, menyerang dan menculik warga negara asing yang tinggal di Turki.
Pejabat itu mengatakan para tersangka juga menyebarkan berita palsu dan disinformasi, melakukan perampokan dan pemerasan terhadap intelijen Israel. Mossad mengatur pertemuan dan pelatihan bagi para tersangka di luar negeri, tambah orang tersebut.
Turki telah mengkritik keras Israel atas pemboman mereka terhadap Gaza dalam perangnya dengan Hamas, yang sejauh ini telah menewaskan 22.185 warga Palestina, dan Erdogan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka saling melontarkan kecaman pekan lalu.