Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Marak, Kekerasan Terhadap Relawan Jelang Pilpres 2024, Selengkapnya Malam ini di The Prime Show, Eksklusif di iNews

Awaludin , Jurnalis-Rabu, 03 Januari 2024 |16:39 WIB
 Marak, Kekerasan Terhadap Relawan Jelang Pilpres 2024, Selengkapnya Malam ini di The Prime Show, Eksklusif di iNews
Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Pada Sabtu (30/12) terjadi insiden tragis di Boyolali, Jawa Tengah, ketika tujuh relawan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dianiaya oleh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh.

Kejadian tersebut bermula dari kebisingan knalpot brong yang mengganggu beberapa anggota TNI yang sedang bermain bola voli. Sayangnya, situasi tersebut berubah menjadi aksi penganiayaan yang merugikan. Dua relawan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan lima lainnya harus menjalani rawat jalan. Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud dengan tegas mengecam tindakan kekerasan tersebut, meminta agar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengambil tindakan tegas terhadap prajurit yang terlibat.

Menyikapi insiden ini, TPN Ganjar-Mahfud menegaskan bahwa penganiayaan terhadap relawan merupakan peristiwa kekerasan yang tidak bisa dibenarkan. Mereka menuntut agar kasus ini diproses hukum dengan tegas, sesuai dengan prinsip keadilan. Aksi tersebut dianggap tidak sejalan dengan semangat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang diharapkan berjalan damai, tertib dan sesuai aturan.

Lantas, bagaimana kronologi sebenarnya kejadian tragis ini? Dan bagaimana kelanjutan kasusnya? Apakah ada sesuatu yang belum terungkap? Kami akan membahasnya secara tuntas dan eksklusif dalam dialog utama The Prime Show, langsung bersama narasumber-narasumber terkait, yakni Usman Hamid selaku Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Khairul Fahmi selaku Pengamat Militer ISSES, Brigjen Kristomei Sianturi selaku Kadispenad dan keluarga korban Boyolali.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement