Dalam menjaga daya saing, pasangan ini juga diminta untuk mempertahankan dukungan dari basis pemilih di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dua wilayah yang menjadi lumbung suara Joko Widodo (Jokowi) pada pemilihan sebelumnya. Meskipun Jokowi saat ini lebih mendukung Prabowo-Gibran, Ganjar-Mahfud diharapkan dapat memperkuat dukungan dari basisnya di kedua provinsi tersebut.
"Peluangnya masih ada. Namun, harus bersaing cukup ketat dengan Anies-Muhaimin. Ganjar-Mahfud perlu memperkuat kembali dukungan dari basisnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jawa Tengah dan Jawa Timur juga sekaligus jadi basis Jokowi selama ini," tuturnya.
Dalam konteks ini, hasil survei internal yang dirilis Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto, menunjukkan peningkatan elektabilitas usai debat kedua Pilpres 2024 yang mempertemukan Mahfud, Gibran dan Cak Imin. Namun, penting untuk diingat bahwa survei internal dapat memiliki kecenderungan bias tertentu yang harus diperhitungkan.
"Tujuh hari yang lalu, Mas Ganjar posisinya di 35%. Lalu, dalam 24 jam terakhir, ada di 37%. Prabowo di tujuh hari yang lalu, ada di 42,6% Lalu, hari ini ada di 41,1%. Mas Anies tujuh hari yang lalu 21,7%," kata Andi saat jumpa pers di Jakarta, pekan lalu.
Survei dilakukan menggunakan metode konvensional, forum group discussion (FGD) 31 kota, dan predictive media analysis.
Dengan menggunakan metode FGD, kata Andi, TPN menjangkau 3.000-4.000 peserta di 31 kota. Metode konvensional mirip seperti yang digunakan oleh lembaga-lembaga survei pada umumnya.
"Media analytic bisa dilakukan real-time. Misalnya, untuk amati traffic dan sentimen selama debat berlangsung, ditarik jutaan titik data di seluruh platform media. Di TPN, ada laporan traffic 24 jam, 7 hari, dan traffic dari 28 November (awal kampanye, red) hingga hari ini," tutur Andi.
(Arief Setyadi )