Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Sandera Israel yang Dibebaskan, Alami Perang Psikologis Selama 50 Hari Disandera Hamas

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 05 Januari 2024 |13:03 WIB
Cerita Sandera Israel yang Dibebaskan, Alami <i>Perang Psikologis</i> Selama 50 Hari Disandera Hamas
Cerita sandera Israel yang dibebaskan, alami {perang psikologis} selama 50 hari disandera Hamas (Foto: picture alliance/dpa/AP)
A
A
A

Ketiganya diawasi setiap jamnya oleh anak dan cucu pemilik rumah. Asher tidak pernah mengetahui nama mereka, namun mampu berkomunikasi dengan ayahnya, yang menurutnya berbicara bahasa Ibrani saat dia dulu bekerja di Israel.

Meskipun Asher dan putrinya tidak disakiti secara fisik, dia mengatakan bahwa dia menjadi sasaran “perang psikologis.”

“Mereka tidak memberi kami banyak informasi, mereka terutama mencoba mengatakan bahwa Hamas ingin membebaskan kami, namun di Israel tidak ada yang peduli dengan kami,” terangnya.

“Bahwa kami tidak akan kembali tinggal di kibbutz karena ini bukan rumah kami – ini bukan tempat dimana kami berada,” lanjutnya.

Namun dia mengatakan bahwa dia tidak mempercayai mereka.

“Suara pertempuran di luar gedung di Gaza adalah cara kami mengetahui bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi untuk membuat kami kembali ke rumah, untuk memberikan tekanan pada Hamas agar membebaskan kami,” terangnya.

Setelah 16 hari, Asher dan putrinya dibawa dari apartemen ke apa yang dia sebut sebagai rumah sakit “yang disebut” di kota Khan Younis, Gaza selatan. Mengapa “disebut”?

“Karena rumah sakit adalah tempat yang seharusnya merawat orang, namun malah diambil alih oleh Hamas dan mereka menggunakannya untuk menyembunyikan sandera,” kata Asher.

Militer Israel telah berulang kali mengatakan Hamas menyembunyikan infrastruktur teroris di dalam dan sekitar institusi sipil di Gaza, seperti rumah sakit. Klai ini dibantah oleh kelompok militan tersebut. AS mengatakan Hamas menggunakan Rumah Sakit Al-Shifa, yang terbesar di Gaza, sebagai pusat komando dan tempat menyandera. Asher tidak mengatakan di mana dia ditahan.

Asher bergabung dengan sandera lain di kompleks rumah sakit, tawanan pertama yang dia temui sejak dibawa ke Gaza.

Dia mengatakan dia menerima beberapa obat ketika putrinya jatuh sakit saat dikurung di dalam rumah. Namun hal itu tidak cukup.

Saat Aviv terserang demam, Asyer membaringkannya di wastafel dengan air dingin untuk menurunkan suhu tubuhnya. “Dia berteriak. Mereka akan meminta kami untuk tetap diam, tapi gadis itu sedang demam dan saya harus menjaganya.” Mereka dirawat di rumah sakit selama hampir lima minggu.

Saat ditanya apa momen tergelapnya, Asher menjawabnya dengan jawaban yang mengejutkan. Yakni hari ketika dibebaskan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement