JAKARTA - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur erupsi, pada Rabu 10 Januari 2024 sekitar pukul 02.31 Wita. Lebih 5.000 orang yang berada di kaki gunung api itu mengungsi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki sejak Selasa malam dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).
Berikut fakta-fakta letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki :
Lokasi Letusan
PVMBG melaporkan letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Rabu pukul 02.31 Wita berada sekitar 500 meter dari puncak kawah atau 2084 meter di atas permukaan laut.
BACA JUGA:
Abu vulkanik dari letusan tersebut berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut.
Gemuruh dan lontaran lava pijar
Teramati sinar api di kawah utama Gunung Api Lewotobi Laki-Laki dengan lontaran lava pijar ke arah utara sejauh 50 meter dari kawah utama.
Suara gemuruh lemah hingga sedang juga terdengar jelas. Hasil rekaman instrumen data seismograf menunjukkan adanya gempa frekuensi rendah sebanyak 3 kali dengan amplitudo 7.4-29.6 mm dalam durasi 7-17 detik.
Gempa vulkanik dangkal terekam sebanyak 2 kali dengan amplitudo 18.5-37 mm dalam durasi 11 detik. Sedangkan untuk microtremor terekam dengan amplitudo 3.7-7.4 mm yang dominan pada 7.4 mm.
BACA JUGA:
Masyarakat diminta agar tidak melalukan aktivitas apapun di area 4 kilometer dari pusat kawah dan 5 kilometer sektoral ke arah utara - barat laut.
Warga Mengungsi
Tim gabungan mengevakuasi ribuan warga yang tinggal di Desa Nawakote, Tatanlo, dan Hokengjaya Kecamatan Wulanggitang ke titik pengungsian di Desa Bori kurang lebih 5-8 kilometer dari puncak Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.
"W arga yang mengungsi ada sebanyak 5.057 jiwa dan tersebar di beberapa titik yang meliputi 2.559 jiwa di lokasi tenda pengungsian yang tersebar di 6 titik, kemudian 2.401 jiwa di rumah kerabat yang tersebar di 23 titik desa, selanjutnya 374 jiwa di gedung sekolah di 5 kecamatan dan 94 jiwa di fasilitas umum yang ada di 2 titik," kata Plt. Sekretaris BPBD Kabupaten Flores Timur, Yohanes Bergman, Rabu.
BACA JUGA:
Posko Pengungsi Bertambah
Terkait penambahan pengungsian, Yohanes mengatakan pihaknya akan melakukan rapat koordinasi lanjutan.
“Penambahan posko pengungsi sedang dirapatkan di posko utama dipimpin oleh Sekda Kabupaten Flores Timur,” ujarnya.
(Salman Mardira)