Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wujudkan Pemilu Damai, Kapolri Serukan Semangat Jaga Toleransi Beragama

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Kamis, 11 Januari 2024 |20:10 WIB
Wujudkan Pemilu Damai, Kapolri Serukan Semangat Jaga Toleransi Beragama
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (foto: dok Polri)
A
A
A

Sigit menjelaskan, tugas Polri dewasa ini tidaklah mudah. Selain bertugas menjaga stabilitas kamtibmas, toleransi, keberagaman, hingga Pemilu, maka situasi dan dinamika global juga menjadi hal yang harus terus diperhatikan dan diwaspadai seluruh personel Korps Bhayangkara.

Mengingat, kata Sigit, dinamika global yang penuh ketidakpastian akibat konflik beberapa negara dapat memberikan dampak terhadap situasi dalam negeri. Diantaranya bisa berdampak pada perekonomian Indonesia.

"Karena itu, teman-teman setiap hari harus mengikuti harga sembako. Ini kita lakukan untuk menjaga stabilitas kamtibmas yang mungkin bisa berdampak karena inflasi, karena kelangkaan pangan, harga-harga naik, dan itu menjadi tugas kita," jelas Sigit.

Ditengah situasi global yang tidak pasti, Sigit memaparkan bahwa, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menjaga pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Disaat negara maju mengalami gejolak ekonomi, Indonesia berada diurutan empat di negara G-20 dari segi pertumbuhan perekonomiannya. Dan peringkat tujuh sebagai negara yang terendah inflasi. "Ini semua adalah prestasi bagi Indonesia yang harus kita jaga dan pertahankan," tegas Sigit.

Lebih jauh, Sigit juga menyampaikan bahwa, di akhir tahun 2023, sebanyak 87,8 persen masyarakat puas dengan kinerja Polri. Hal itu sebagaimana dengan laporan lembaga survei Litbang Kompas.

Selain mengapresiasi seluruh kinerja jajarannya, Sigit tetap mengingatkan untuk tidak berpuas diri dengan hasil positif yang sudah ada. Ia berharap, hal tersebut dapat dijadikan acuan untuk menjadi lebih baik dan bagus lagi kedepannya.

"Bahwa diakhir tahun dari hasil survei Litbang Kompas masyarakat puas terhadap kinerja rekan-rekan dengan skor 87,8 persen. Ini menjadi catatan manis, modal bagi kita semua untuk menghadapi tahun yang baru, tahun yang penuh dinamika. Karena kita akan masuk dalam tahapan inti Pemilu tentunya kita sampaikan dalam pemilu selalu terjadi perbedaan pendapat," tutup Sigit.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement