Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Janji Sejahterakan Guru Ngaji dan Agama, Mahfud: Saya Besar dari Mereka

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Sabtu, 13 Januari 2024 |16:06 WIB
Janji Sejahterakan Guru Ngaji dan Agama, Mahfud: Saya Besar dari Mereka
A
A
A

JAKARTA – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, berjanji akan mensejahterakan guru ngaji dan guru agama apabila terpilih dalam Pemilu 2024. Ini dilakukan sebagai bentuk terima kasih karena telah membuatnya menjadi orang besar.

Mahfud mengungkapkan bahwa dirinya terbentuk seperti saat ini salah satunya berkat bantuan guru ngaji dan guru agama. Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran mengenai kehidupan.

Hal itu disampaikan dalam menghadiri acara “Bedah Gagasan & Visi Calon Pemimpin Bangsa” di Universitas Hasanudin, Makassar, Sabtu (13/1/2024). Menurutnya, saat ini guru ngaji dan guru agama kurang diperhatikan oleh pemerintah.

“Saya mendapat pertanyaan, ‘apa betul mau memberikan gaji kepada guru ngaji dan guru-guru agama?’ Iya saya bilang. Karena saya, Mahfud MD, itu belajar sama guru ngaji sampai saya jadi profesor, gajinya besar. Sementara guru-guru ngaji yang mengajar orang-orang pintar siapa yang memperhatikan?,” kata Mahfud.

Namun, Mahfud menyadari hal ini bisa menjadi sumber penyelewengan dalam penerapannya. Untuk itu, ia akan mendata dengan tepat siapa saja guru ngaji dan guru agama yang berhak mendapatkan gaji tersebut.

“Maka saya katakan guru ngaji diperhatikan. Asal jelas loh ya, jangan asal ngaku guru ngaji. Ngajar ngajinya di mana, berapa jam dalam seminggu, madrasahnya di mana, nanti saya kasih honor yang tetap. Sama kayak marbot masjid. Tengah malam sudah ngaji, pagi-pagi sudah bersih-bersih., Siapa yang gaji? Nggak ada,” tuturnya.

Pria yang menjabat sebagai Menkopolhukam itu mengungkapkan selama menjalani kampanye, masalah tersebut yang selalui ditemuinya. Oleh sebab itu, hatinya tergerak untuk membuat program tersebut agar penerus bangsa bisa mendapat pendidikan agama yang bagus sejak dini.

“Saya dari Aceh sampai Merauke melihat hal-hal semacam itu. Maka dari itu, ayo kita kasih, murah kok ini. Pertama kalau korupsi diberantas, murah kayak gitu. Tapi kalau tidak berhasil dari rampasan korupsi, kita punya dana abadi pesantren itu Rp180 triliun. Bisa diolah dari sini,” ujarnya.

“Tinggal kita olah melalui kebijakan. Karena dana abadi ini bisa bertambah-tambah juga dari berbagai sumber, dan dari APBN juga,” sambung Mahfud.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement