Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korea Utara Uji Coba Sistem Senjata Nuklir Bawah Air Haeil-5-23

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 19 Januari 2024 |12:55 WIB
Korea Utara Uji Coba Sistem Senjata Nuklir Bawah Air Haeil-5-23
Korea Utara uji coba sistem senjata nuklir bawah air (Foto: Rodong Shinmun)
A
A
A

PYONGYANG Korea Utara (Korut) mengatakan pihaknya telah melakukan uji coba sistem senjata nuklir bawah air sebagai respons terhadap latihan militer gabungan yang dilakukan Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang pada pekan ini.

Media pemerintah melaporkan uji coba drone bawah air yang diduga memiliki senjata nuklir terjadi di lepas pantai timur negara tersebut.

Korea Utara telah mengklaim telah melakukan uji coba sistem “Haeil-5-23” sebelumnya, namun senjata tersebut belum pernah diverifikasi secara independen.

Korea Selatan dan sekutunya belum menanggapi provokasi terbaru tersebut.

Namun hal ini terjadi ketika Korea Utara telah meningkatkan aksi militernya dalam beberapa pekan terakhir, termasuk mengklaim telah mengerahkan rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat baru pada Minggu (14/1/2024).

Hal ini menyusul latihan penembakan di perbatasan maritim dengan Korea Selatan pada minggu pertama Januari.

Pemimpin Pyongyang Kim Jong Un juga semakin agresif dalam arah kebijakan dan retorikanya. Hal ini mengakhiri beberapa perjanjian yang bertujuan menjaga perdamaian dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan lembaga negara KCNA, pada Jumat (19/1/2024), Korea Utara mengatakan pihaknya terprovokasi oleh latihan gabungan yang dilakukan Washington, Seoul dan Tokyo untuk melakukan uji coba senjata bawah airnya.

Mereka menuduh latihan tersebut semakin mengganggu stabilitas situasi regional dan mengancam keamanan Korea Utara.

AS, Korea Selatan dan Jepang mengatakan mereka telah melakukan lebih banyak latihan pada tahun lalu sebagai respons pencegahan terhadap meningkatnya frekuensi tindakan militer Korea Utara, yang mencakup beberapa uji coba rudal balistik nuklir dan peluncuran senjata baru. Semua tindakan tersebut melanggar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun Kim telah berulang kali mengatakan bahwa rezimnya sedang membangun persenjataan militernya sebagai persiapan menghadapi perang yang bisa pecah kapan saja di semenanjung tersebut.

Selama periode Tahun Baru, ia mengisyaratkan beberapa perubahan kebijakan mendasar dalam sikap rezimnya terhadap Korea Selatan.

Dan awal pekan ini ia menyatakan tujuan utama reunifikasi dengan Korea Selatan telah berakhir, dan menunjuk Korea Selatan sebagai “musuh utama”.

Retorika tersebut mengikuti beberapa klaim kemajuan dalam kemampuan militer dan nuklir negaranya, termasuk dalam operasi bawah airnya.

Pada September lalu, Korea Utara mengungkapkan apa yang diklaimnya sebagai kapal selam pertamanya yang mampu meluncurkan senjata nuklir.

Sejak Maret 2023, mereka juga mengklaim telah melakukan uji coba sistem Haeil yakni drone bawah air tak berawak bersenjata nuklir. Haeil berarti "tsunami" dalam bahasa Korea.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement