Ketika Belanda melakukan Agresi Militer II, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta, dan Soedirman, yang sakit, memimpin perang gerilya. Dengan ditandu, ia berpindah-pindah dari hutan ke hutan selama tujuh bulan, meskipun dalam keadaan sakit dan obat hampir tidak tersedia.
Pahlawan yang istimewa ini meninggal pada usia 34 tahun pada 29 Januari 1950, di Magelang, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Ia diakui sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.
Kisah Jenderal Soedirman yang gigih dalam perang, tetap taat beribadah, dan berjiwa patriotik menjadi inspirasi bagi generasi penerus Indonesia.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.