Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Ki Ageng Mangir, Menantu dan Musuh Panembahan Senapati

Awaludin , Jurnalis-Jum'at, 26 Januari 2024 |06:01 WIB
 Mengenal Ki Ageng Mangir, Menantu dan Musuh Panembahan Senapati
Panembahan Senopati (foto: dok Wikipedia)
A
A
A

PADA masa kepemimpinan Panembahan Senapati terdapat suatu wilayah dikenal dengan wilayah Mangir. Sebuah wilayah yang berdekatan dengan wilayah Kerajaan Mataram Islam di Kotagede. Namun wilayah Mangir tersebut merupakan salah satu wilayah yang dikelola sendiri, bebas dari pajak serta memiliki kuasa penuh atas wilayahnya, istilah lainnya ialah wilayah perdikan di bawah pimpinan Mangir Wanabaya III.

Berdasarkan kutipan dari website budaya.jogjaprov.go.id, Jumat (26/1/2024). Mangir Wanabaya III dikenal sakti dengan senjata Tombak Baru Klinting. Karena senjata tersebutlah Panembahan Senapati belum berani melawan Mangir Wanabaya III secara langsung untuk menundukan wilayah Mangir di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram Islam.

Suatu kali dengan bantuan Ki Juru Martani salah seorang perintis Mataram Islam, ia membuat siasat dengan memerintah para punggawa mengamen di wilayah Mangir ditemani dengan Ki Dalang Sandi Guna. Tak lupa dengan didampingi Raden Ajeng Pembayun, putri Panembahan Senapati yang dibuat seolah-olah putri dari Ki Dalang Sandi Guna. Singkat cerita, Raden Ajeng Pembayun berhasil memikat hati sosok Mangir Wanabaya III atau yang biasa dipanggil Ki Ageng Mangir tersebut hingga ke jenjang pernikahan.

Setelah menjadi istri Ki Ageng Mangir, Raden Ajeng Pembayun menyatakan bahwa sebenarnya dia adalah anak dari Panembahan Senapati yang telah pergi dari rumah karena tidak mau dijadikan wanita hadiah untuk calon suami yang sama sekali tidak dicintai. Tak lama tersiar kabar dari Kerajaan Mataram Islam, bahwa siapa saja yang dapat menemukan anaknya yakni Raden Ajeng Pembayun, maka akan mendapatkan hadiah.

Mendengar kabar tersiar tersebut, Ki Ageng Mangir beserta Raden Ajeng Pembayun sepakat untuk mengirim surat kepada Panembahan Senapati yang isinya mengabarkan bahwa mereka berdua akan segera menghadap Panembahan Senapati di Kerajaan Mataram Islam. Panembahan Senapati membalas untuk segera menghadap di bulan Syawal, sekaligus merayakan pernikahan keduanya di Kerajaan Mataram Islam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement