JAKARTA – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menegaskan jika dirinya menang dalam Pilpres 2024, maka sosok 'pendekar hukum' akan tetap melekat pada dalam dirinya.
Hal tersebut ditegaskan Mahfud saat menjawab pertanyaan dari anak muda kreatif bernama Mega asal Lampung, yang hadir di acara diskusi bareng generasi muda bertajuk “Tabrak Prof”, Kamis (25/1/2024) malam ini.
“Saya akan tetap menjadi pendekar hukum, karena justru saya diangkat oleh koalisi untuk menjadi cawapres itu tugasnya penegakan hukum,” ujar Mahfud.
Dia mengungkapkan reputasinya selama sekitar 44 tahun berjuang berjuang di bidang hukum, sejak mahasiswa kemudian selama masa reformasi dan hingga saat ini.
“Gerakan saya di bidang hukum, saya tidak akan mengorbankan reputasi saya yang panjang di bidang hukum hanya karena menjadi wapres 5 tahun,” tegas Mahfud.
Dalam diskusi tersebut, Mega bertanya kepada Mahfud apakah ketika dia nanti menjadi Wapres akan tetap menjadi pendekar hukum?
“Prof kan punya julukan Pendekar Hukum. Apakah ketika nanti menjadi Wapres akan tetap menjadi pendekar hukum? Berani tidak memenjarakan, memiskinkan dan menghukum orang-orang yang korupsi yang menyalahgunakan kekuasaan?“ tanya Mega, sembari memberikan kue hasil produksinya dengan merek Breadtat kepada Mahfud.
Di hadapan Mahfud, Mega mengaku kurang suka bahkan muak dengan kondisi politik karena ada istilah politik balas budi. “Kemarin Grace Natalie bilang apakah etis Prof Mahfud menanyakan impor kepada Mas Gibran yang otomatis mengkritisi pemerintah saat ini dimana Prof Mahfud masih ada di dalamnya. Tapi saya tidak setuju dengan catatan itu, menurut saya atasan, bawahan, teman kalau salah ya salah,” jelas Mega.
Terkait hal itu, Mahfud menegaskan kalau ingin memperbaiki maka harus berani juga mengkritik ke dalam, termasuk seperti dirinya yang berani mengkritik soal impor berbagai jenis kebutuhan pangan.
“Ya kritik dong, kan dulu janjinya tidak akan pernah impor, kok sekarang makin banyak. Kalau tidak mau mengkritik itu dan tidak mau dikritik, berarti orang itu tidak mau Indonesia ini maju.”
“Itu biasa saja apalagi itu untuk program politik yang sangat panjang 5 tahunan, tidak apa-apa, tidak boleh menyembunyikan sesuatu yang seharusnya diketahui oleh publik ya harus kita kritisi, apapun itu, karena saya bagian dari Kabinet ya saya kritik, kalau itu anak buah saya, saya pecat, bukan saya kritik saja,” pungkas Mahfud
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.