Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Fitnah Pejabat Istana Kerajaan Majapahit Berujung Pemecatan Menteri Era Jayanagara

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 26 Januari 2024 |08:29 WIB
 Fitnah Pejabat Istana Kerajaan Majapahit Berujung Pemecatan Menteri Era Jayanagara
Kerajaan Majapahit (foto: dok Wikipedia)
A
A
A

JAYANEGARA, raja Kerajaan Majapahit setelah Raden Wijaya yang mangkat pada 1231 tahun Saka. Konon tujuh tahun setelah ia menjabat sebagai raja, pemberontakan besar terjadi digawangi oleh Nambi.

Pemberontakan Mpu Nambi diberitakan dalam kitab Pararaton dengan tarikh yang sama dengan Negarakertagama. Dikisahkan Nambi sempat pamit kepada Raja Jayanegara untuk ke Lumajang lantaran ayahnya Pranaraja, sakit keras.

Alhasil Raja Jayanegara pun mengizinkan kepulangan Nambi ke kampung halamannya. Sebagaimana ditulis dalam buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit" karya Slamet Muljana. Di tengah perjalanan Nambi kemudian menerima kabar bahwa ayahnya telah meninggal dunia.

Alhasil mendengar adanya kabar kematian ayah Nambi, Raja Jayanegara mengirim utusan Majapahit ke Lumajang di antaranya Mahapati, Pawagal, Pamandana, Emban, Lasem, dan Jaran Lenong. Selama tinggal di Lumajang inilah Mahapati menghasut Mpu Nambi. Hasutan itu pun membuat Nambi terpengaruh.

Nambi pun meminta izin agar mengambil cuti lebih lama kepada Raja Jayanegara dengan perantara Mahapati. Mengingat ia masih dalam suasana duka akibat kematian ayahnya Pranaraja. Tetapi yang terjadi oleh Mahapati, izin cuti Nambi diselewengkan oleh Mahapati.

Kepada Raja Jayanegara, Mahapati menyebut Nambi meminta perpanjangan cuti dan tidak akan kembali ke Majapahit. Mahapati juga menyebut Nambi membuat benteng pertahanan dan sudah menyiapkan orang - orangnya. Padahal semua yang dikatakan Mahapati ke Raja Jayanegara tidaklah benar. Bahkan ia memperuncing kabar hoaks ke Raja Jayanegara bahwa menteri yang datang dicurigai akan bersekutu dengan Nambi.

Menerima informasi ini, tentu saja Jayanagara dibuat berang. Jayanegara kemudian memecat para menterinya yang ikut kunjungan ke rumah Nambi di Lumajang, tanpa izin. Para menteri seperti Pamandana, Mahisa Pawangal, Panji Anengah, Panji Samara, Panji Wiranagari, Jaran Bangkal, Jangkung, Teguh, Semi, Lasem, dan Patih Emban.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement