KARAWANG - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum & Keamanan (Menko Polhukam) sekaligus Cawapres nomor urut tiga, Mahfud MD sempat ditanya cara mengendalikan emosi.
Terutama ketika Mahfud mendapatkan pernyataan kurang sopan, saat sesi debat Cawapres sebanyak dua kali digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. H Mahfud MD saya secara pribadi ketika Bapak memberikan Tausiyah tadi. Saya tanyakan mungkin hati saya sesuai dengan apa Bapak Prof katakan, namun saya melihat di media disaat Bapak menghadapi debat itukan," tanya Saipul Hidayat warga Purwakarta dalam acara Halaqoh Kebangsaan di Ponpes Al Hijaz Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/1/2024).
"Pertanyaannya di saat ada yang menghujat atau menghakimi perasaan Bapak ada kecewa atau dendam terhadap mereka," sambungnya.
Mendengar pertanyaan itu, Mahfud MD menjawab bahwa sebagai seorang pejabat, dirinya tidak mempunyai perasaan rasa kecewa dan dendam sedikit pun.
Tetapi kata Mahfud, dirinya memperbaiki setiap statement-statement dianggap salah baginya. Tanpa membuat membuat kegaduhan dapat menganggu kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Kalau misalkan saya dihujat di Televisi atau apakah kecewa atau dendam, nggak, tergantung siapa yang menghujat. Tetapi kalau menghujat orang-orang seperti manusia udah tetapi menghujat itu Tuhan dan Malaikat terima," ucap Mahfud MD menambahkan.
"Saya tidak pernah sakit hati tiap hari kerjaan saya itu menjawab aja, menjawab bahwa Anda salah, Anda keliru, ini yang benar tetapi kalau ndak, nggak apa-apa gitu," lanjutnya.
Dengan demikian, Mahfud mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai musuh dengan siapapun. Tak heran setelah zaman reformasi, ia telah fokus di pemerintahan, mulai dari Menteri hingga Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).
"Tetapi dendam juga ndak, itu murni kenapa saya lebih banyak lebih banyak kawan daripada lawan dan rata-rata saya tidak pernah lawan, itu sebabnya selama 24 tahun semenjak reformasi, sejak Gus Dur bawa saya ke Menteri dan saya tuh tugas negara," ungkapnya.
"Terus dari Menteri, Anggota DPR, Ketua MK kemudian Menteri lagi itu nggak pernah berhenti. Karena saya nggak suka bermusuhan, saya lebih baik berbuat baik-baik saja untuk kebaikan negara ini," tutur Mahfud MD.
(Arief Setyadi )