Pada Minggu 28 Januari 2024, salah satu dari rombongan memberi kabar kepada anaknya bahwa rombongan mereka tersesat. Rombongan pun terpisah menjadi dua grup saat menuju petilasan.
"1 grup terdiri 10 orang dan 1 grup lagi terdiri 3 orang di luar komunikasi rombongan tersebut," jelasnya.
BACA JUGA:
Tim SAR gabungan yang mendapat laporan tersebut bergegas menuju lokasi untuk melakukan upaya pencarian. Tim yang baru masuk menemukan 2 saung, bekas tungku, jejak kaki dan jejak motor.
"Sekarang masih brifing karena jalan menuju lokasi tertutup dan anak korban masih coba menghubungi bapaknya yang tersesat tadi sempet telpon," tutupnya.
(Salman Mardira)