Purwadi juga menyoroti bahwa pada Zaman Kalisengsoro, terutama saat terjadi bencana global seperti wabah penyakit menular, informasi sering dimanipulasi untuk menciptakan kegaduhan dan kisruh. Ketika masyarakat panik, para penipu akan mencari keuntungan, menjadi pembohong yang memanfaatkan situasi sulit.
Dalam konteks ini, Purwadi mengambil ajaran bijaksana dari Prabu Joyoboyo, "Sing bener ketenger, sing salah seleh (Siapa berbuat benar akan terbukti; siapa berbuat salah akan lengser. Becik ketitik, olo ketoro (yang baik terlihat, yang buruk tampak). Sopo kang mbibiti olo, wahyune bakal sirno (yang menanam keburukan, kebahagiannya akan sirna)."
Purwadi menekankan bahwa ajaran ini menjadi pengingat agar kita senantiasa ingat dan waspada menghadapi situasi yang kompleks dan selalu berubah, khususnya di era saat ini.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.