Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Seruan Alumni dan Civitas Academica UIN Jakarta, Mendesak Pemilu Jurdil hingga Netralitas Aparat

Arief Setyadi , Jurnalis-Senin, 05 Februari 2024 |11:15 WIB
Seruan Alumni dan Civitas Academica UIN Jakarta, Mendesak Pemilu Jurdil hingga Netralitas Aparat
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Foto: UIN)
A
A
A

JAKARTA - Alumni dan Civitas Academica UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta turut menyoroti dinamika politik yang terjadi saat penyelenggaraan Pemilu maupun Pilpres 2024. Terutama terkait dengan pengelolaan pemerintahan serta demokrasi yang beradab dan beretika.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, dalam seruannya, Alumni dan Civitas Academica UIN Syarif Hidayatullah pun mendesak penyelenggara pemilu, baik KPU, Bawaslu, DKPP agar bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Penyelenggara pemilu dengan sungguh-sungguh memegang prinsip independen, transparan, adil, dan jujur.

Kemudian, menjauhkan diri dari kecenderungan berpihak, mengutamakan kepentingan politik orang perorang, kelompok, partai dan sebagainya, serta kuat dalam menghadapi kemungkinan intervensi dari pihak manapun. Berani menegakkan aturan dan memastikan semua pelanggaran pemilu diselesaikan dengan semestinya sesuai aturan. Bahkan, jika itu dilakukan oleh pihak yang paling berkuasa di Indonesia.

Mendesak Presiden dan aparat negara untuk bersikap netral dan menjadi pengayom bagi seluruh kontestan pemilu. Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan wajib bersikap netral dan memfasilitasi seluruh aktivitas pemilu berdasar prinsip keadilan. Sikap ini lebih dari sekadar tidak menggunakan fasilitas negara.

Netral dalam hal ini bukan saja tidak menyatakan pilihan politiknya, tapi juga seluruh sikap dan laku diri sebagai presiden. Terutama tidak membuat kebijakan yang dapat berdampak menguntungkan secara elektoral bagi paslon tertentu.

Mendesak Presiden agar dengan sungguh‐sungguh mengelola pemerintahan demi dan untuk kepentingan nasional. Bukan demi kepentingan keluarga atau kelompok dengan mengatasnamakan kepentingan nasional. Aktivitas Presiden yang akhir-akhir ini terlihat seperti lebih condong mengutamakan kepentingan elektoral salah satu paslon bukanlah sikap seorang Presiden sebagai negarawan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement