“Menurut saya, sangat tidak elok ketika kampus dicampur adukan dengan politik. Apalagi tidak secara resmi mewakili kampus," ujar Prabu Revolusi, dalam akun TikTok pribadinya, dikutip, Kamis (8/2).
“Jika memang gerakan gerakan itu mewakili kampus maka perlu ada lembaga yang resmi dari kampus," kata Prabu.