JAKARTA - Aktivis 98, Azwar Furgudyama menganjurkan adanya edukasi dan pencerahan masyarakat terkait tragedi Orde Baru 1998, terjadinya penculikan terhadap sejumlah mahasiswa perlu dilakukan.
Menurut Azwar, tingkat kepedulian masyarakat terhadap sejarah tragedi Orde Baru mulai luntur, ketika masyarakat terbukti memilih Prabowo Subianto sebagai Presiden RI 2024 - 2029. Padahal memiliki rekam jejak dan track record buruk di masa lalu.
"Menurut saya hari ini bukan akhir dari perjalanan bangsa kita, artinya hari ini kita mengambil satu pelajaran bahwa masyarakat masih butuh banyak sekali dalam tanda petik harus dicerahkan, bukan berarti kita sombong terhadap masyarakat," kata Azwar Furgudyama dalam podcast Gerakan Aktivis 98 Rabu (14/2/2024).
Kata Azwar, edukasi terhadap sejarah menggulingkan Orde Baru perlu dilakukan karena sebagai aktivis 98, dirinya mempunyai tanggung jawab moral terhadap korban penculikan.
Dalam tragedi menggulingkan rezim Orde Baru itu terdapat peristiwa - peristiwa tragis mulai dari korban terpaksa dijebloskan ke dalam penjara, hingga menghilangkan nyawa sejumlah mahasiswa sejauh ini sebagian belum diketahui jazadnya.
"Tetapi kita tanggung jawab terhadap masyarakat kita punya tanggung jawab moral terhadap kawan-kawan kita sudah berjuang dulu mendemonstrasikan Indonesia terhadap penculikan masa lalu," ungkap Azwar.