Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Jual Beli Bayi di Jakbar, Pelaku Cari Warga Miskin

Irfan Ma'ruf , Jurnalis-Jum'at, 23 Februari 2024 |17:22 WIB
 Kasus Jual Beli Bayi di Jakbar, Pelaku Cari Warga Miskin
Illustrasi (foto: dok freepik)
A
A
A

JAKARTA - Pelaku kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan perdagangan bayi mengincar orang tua tidak mampu. Dengan kondisi ekonomi yang sulit, orang tua korban tergiur dengan iming-iming sejumlah uang.

Dalam pengungkapan ini, polisi berhasil meringkus sebanyak 3 orang pelaku di daerah Karawang dan Bandung, serta mengamankan 5 bayi yang menjadi korban atas kasus perdagangan tersebut. Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap adalah T (35), EM (30), dan AN (33).

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, tersangka EM merupakan otak dibalik kasus TPPO tersebut dengan mengadopsi anak secara ilegal dari daerah Jakarta dan Surabaya. Tersangka EM mampu memprofile keluarga korban dengan melihat kondisi ekonomi yang sulit.

"Iya jadi memang EM ini kan pelaku utama. Dialah yang memang bergerak aktif untuk mencari profile ibu-ibu yang seperti saudari T ini yg dari aspek ekonominya kurang mampu," Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Syahduddi dalam keterangannya, Jumat (23/2/2024).

Meski membeli bayi dari orang-orang yang kurang mampu, namun secara persyaratan tersangka EM ialah orang yang miskin. Bahkan, tersangka masih tinggal pada sebuah kontrakan.

Tersangka EM masuk ke dalam grup media sosial adopsi ilegal untuk mencari orang yang ingin melahirkan namun dalam kondisi ekonomi yang tidak baik. Setelah menemukan calon korban, tersangka EM mengambil bayi dengan iming-iming sejumlah uang.

"Dalam posisi hamil, sehingga dia tidak ada pilihan lain selain ketika ditawarkan untuk mengambil bayinya dan diiming-imingi sejumlah uang dia akan menerima," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement