Para petugas mendiskusikan masalah tersebut seolah-olah pengiriman telah disepakati, dan juga berbicara tentang mempertahankan penyangkalan yang masuk akal jika terjadi serangan jembatan yang akan memungkinkan Berlin menghindari terseret ke dalam konflik antara Kyiv dan Moskow.
“Menurut penilaian kami, percakapan di Angkatan Udara disadap,” kata juru bicara kementerian kepada ARD sebagaimana dilansir RT, seraya menambahkan bahwa para pejabat Jerman tidak dapat menentukan apakah ada perubahan yang dilakukan pada transkrip atau rekaman itu sendiri.
Kanselir Jerman Olaf Scholz menyebut kebocoran itu sebagai “masalah yang sangat serius”.
“Itulah mengapa hal ini sekarang diselidiki dengan sangat intensif, sangat hati-hati dan sangat cepat,” katanya kepada wartawan di Roma setelah audiensi dengan Paus, dan menambahkan bahwa penyelidikan semacam itu “perlu.”
Dia tidak mengomentari isi rekaman tersebut dan tidak menjelaskan lebih lanjut apakah Berlin mengetahui rencana yang dibicarakan para perwira senior militer tersebut.
Beberapa politisi Jerman berasumsi bahwa insiden tersebut mungkin mempunyai implikasi lebih lanjut. Seorang anggota parlemen Jerman, Roderich Kiesewetter dari partai Uni Demokrat Kristen, yang juga seorang pensiunan kolonel dan ketua asosiasi cadangan Jerman, mengatakan kepada media Jerman bahwa percakapan militer sensitif lainnya bisa saja disadap dan mungkin dipublikasikan oleh Rusia di masa depan.